IMF Serukan Pengetatan Kebijakan Fiskal
Jumat, 14 Apr 2023, 09:04 WIBWASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (12/4), mendesak para pembuat kebijakan fiskal untuk mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih ketat guna membantu bank-bank sentral melawan inflasi.
"Di tengah inflasi tinggi, pengetatan kondisi pembiayaan, dan peningkatan utang, para pembuat kebijakan harus memprioritaskan menjaga kebijakan fiskal konsisten dengan kebijakan bank sentral untuk mendorong stabilitas harga dan keuangan," kata IMF dalam sebuah blog saat merilis Monitor Fiskal terbarunya.
Laporan tersebut berargumen banyak negara akan memerlukan sikap fiskal yang ketat untuk mendukung proses disinflasi yang sedang berlangsung - terutama jika inflasi tinggi terbukti lebih bertahan.
"Kebijakan fiskal yang lebih ketat akan memungkinkan bank sentral menaikkan suku bunga kurang dari yang seharusnya, yang akan membantu membatasi biaya-biaya pinjaman untuk pemerintah dan menjaga kerentanan keuangan," kata blog tersebut, yang ditulis oleh ekonom IMF Francesca Caselli dan rekan-rekannya.
Sementara itu, IMF mencatat kebijakan fiskal yang lebih ketat membutuhkan "jaring pengaman yang ditargetkan lebih baik untuk melindungi rumah tangga yang paling rentan," termasuk mengatasi kerawanan pangan, sambil menahan pertumbuhan pengeluaran secara keseluruhan.
Menurut Fiscal Monitor yang baru dirilis, menyusul lonjakan bersejarah pada 2020 dalam utang publik hingga hampir 100 persen dari produk domestik bruto (PDB) karena kontraksi ekonomi dan dukungan pemerintah yang besar, defisit fiskal sejak itu menurun.
Dalam dua tahun terakhir, utang global membukukan penurunan tertajam dalam beberapa dekade dan mencapai 92 persen dari PDB pada akhir tahun lalu, yang masih sekitar 8,0 poin persentase di atas proyeksi sebelum pandemi.
"Mengurangi kerentanan utang dan membangun kembali penyangga fiskal dari waktu ke waktu merupakan prioritas utama," catat blog tersebut. Di negara-negara berkembang berpendapatan rendah, biaya pinjaman yang lebih tinggi juga membebani keuangan publik, dengan 39 negara sudah berada dalam atau hampir mengalami kesulitan utang.
IMF meminta para pembuat kebijakan untuk meningkatkan upaya buat mengembangkan "kerangka kerja fiskal berbasis risiko yang kredibel" yang mengurangi kerentanan utang dari waktu ke waktu.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mengapa Mal-Mal di Surabaya Mendadak Dipagari? Mulai Isu Keamanan hingga Efek Domino ke Jakarta
-
James Trafford, Kiper Termahal Inggris Resmi Bergabung ke Leeds United
-
Biaya Logistik RI 14,29% PDB, Pakar Soroti 3 Penyebab Biaya Tinggi
-
FIFA: Spanyol Catatkan Rekor sebagai Tim yang Tak Terkalahkan dalam 38 Pertandingan, sejak 2024 hingga Piala Dunia 2026
-
Game of Thrones: Children of the Forest Resmi Hadir 29 Juli, Gim Strategi yang Ungkap Asal White Walkers
-
PWI Pimpin Delegasi Media Arus Utama Indonesia Kunjungi Tiga Kota di Tiongkok
-
Tim Ichiro ITS Meraih Juara Ketiga di Ajang RoboCup 2026 Korea Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.