Mengenal Infertilitas, Gangguan Reproduksi yang Mengakibatkan Sulit Hamil

Minggu, 09 Apr 2023, 10:00 WIB

Laki-laki dan perempuan dewasa, dengan tidak ada batasan karena ras, kebangsaan atau agama, berhak untuk menikah dan membentuk keluarga. Sebagai pasangan suami-istri, mereka memiliki hak untuk memutuskan jumlah, waktu dan jarak anak mereka. Namun, infertilitas dalam hal ini dapat meniadakan realisasi hak asasi manusia yang esensial ini. Bahkan membuat sekitar 48,5 juta pasangan secara global kesulitan memiliki momongan.

Secara definisi, Organisasi Kesehatan Dunia mengartikan infertilitas sebagai penyakit pada sistem reproduksi pria atau wanita yang ditandai dengan kegagalan mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa kondom secara teratur. Infertilitas dapat bersifat primer atau sekunder. Infertilitas primer adalah ketika kehamilan belum pernah dicapai oleh seseorang, sementara infertilitas sekunder adalah ketika setidaknya satu kehamilan sebelumnya telah tercapai.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: Shutterstock

Penyebab Infertilitas

Infertilitas dapat disebabkan oleh sejumlah faktor yang berbeda, baik pada sistem reproduksi pria maupun wanita. Pada sistem reproduksi wanita, infertilitas dapat disebabkan oleh berbagai kelainan pada ovarium, rahim, saluran tuba, dan sistem endokrin. Pada tuba, gangguan bisa berupa penyumbatan saluran tuba. Gangguan ini dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati atau komplikasi aborsi yang tidak aman, sepsis pascapersalinan, atau operasi perut atau panggul.

Infertilitas pada wanita juga bisa terjadi karena adanya gangguan rahim yang dapat bersifat inflamasi seperti endometriosis, bersifat kongenital, atau bersifat jinak. Tak ketinggalan gangguan pada sistem endokrin yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi. Sistem endokrin ini meliputi hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Contoh gangguan umum yang mempengaruhi sistem ini termasuk kanker hipofisis dan hipopituitarisme.

Sedangkan pada sistem reproduksi pria, infertilitas paling sering disebabkan oleh masalah pengeluaran semen, tidak adanya atau rendahnya jumlah sperma, atau bentuk dan pergerakan sperma yang tidak normal. Sebagai informasi, semen atau yang biasa disebut sebagai air mani atau cairan sperma, adalah cairan yang membawa sel-sel sperma yang dikeluarkan oleh organ-organ seksual pria. Namun, terkadang tidak mungkin untuk menjelaskan penyebab infertilitas, baik pada wanita dan juga pria.

Menurut American Society For Reproductive Medicine, sekitar 10 persen pasangan yang mencoba untuk hamil, tidak ditemukan adanya penyebab infertilitas yang dapat diidentifikasi dengan mudah. Dalam persentase pasangan yang jauh lebih tinggi, hanya kelainan kecil yang ditemukan yang seharusnya tidak cukup parah untuk menyebabkan Infertilitas. Dalam kasus ini, infertilitas disebut sebagai "tidak dapat dijelaskan".

Pasangan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan mungkin memiliki masalah dengan kualitas sel telur, pembuahan, genetika, fungsi tuba, atau fungsi sperma yang sulit didiagnosis dan/atau diobati.

Kapan Harus Bertemu Dokter?

Jika Anda telah mencoba untuk hamil selama satu tahun atau lebih, Anda harus mempertimbangkan evaluasi infertilitas. Namun, jika Anda berusia 35 tahun atau lebih, Anda harus mempertimbangkan untuk memulai evaluasi infertilitas setelah sekitar enam bulan melakukan hubungan seksual tanpa pelindung daripada satu tahun, agar tidak menunda pengobatan yang mungkin diperlukan. Jika Anda memiliki alasan untuk mencurigai masalah yang mendasarinya, Anda harus mencari perawatan lebih awal.

Misalnya, jika Anda memiliki siklus menstruasi yang sangat tidak teratur, atau jika Anda atau pasangan memiliki masalah kesuburan yang diketahui, Anda mungkin sebaiknya tidak menunggu satu tahun penuh sebelum mencari pengobatan.

Perlu diingat, sangat wajar untuk merasa frustasi, cemburu, marah, dan stres ketika Anda dan pasangan gagal memiliki momongan. Namun, begitu Anda mulai mengeksplorasi pilihan medis Anda, Anda akan menemukan bahwa perawatan kesuburan menawarkan lebih banyak harapan untuk kehamilan yang sukses daripada sebelumnya. Mayoritas pasien yang mencari perawatan dari spesialis fertilitas mencapai tujuannya untuk hamil.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.