Kapal Pengungsi Tenggelam di Lepas Pantai Tunisia, 20 Orang Hilang

Minggu, 09 Apr 2023, 11:01 WIB

TUNISIA - Sedikitnya 20 orang hilang setelah sebuah kapal yang berusaha menyeberangi Laut Mediterania tenggelam di lepas pantai Tunisia, menurut seorang pejabat. Jumlah pengungsi yang berusaha mencapai Eropa dengan kapal dari negara itu meningkat tajam.

Dilaporkan Aljazeera, penjaga pantai menyelamatkan 17 orang lainnya, dua di antaranya dalam kondisi kritis, setelah kapal tenggelam di lepas pantai Sfax, kata hakim pengadilan Sfax Faouzi Masmousdi, Sabtu (8/4).

Ket. Foto: Insiden itu terjadi di tengah peningkatan tajam jumlah pengungsi yang berusaha mencapai Eropa dengan perahu dari Tunisia. — Sumber: Aljazeera/Reuters

Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan orang hilang dan tewas dalam kecelakaan laut di lepas pantai Tunisia.

Tunisia menggantikan Libya sebagai titik keberangkatan orang-orang yang melarikan diri dari kemiskinan dan konflik di Afrika dan Timur Tengah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Garda Nasional Tunisia mengatakan pada Jumat (6/4), lebih dari 14.000 pengungsi, sebagian besar dari Afrika sub-Sahara, dicegat atau diselamatkan dalam tiga bulan pertama tahun ini ketika mereka mencoba menyeberang ke Eropa. Jumlah itu lima kali lebih banyak dari angka yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

"Patroli penjaga pantai mencegah 501 upaya klandestin melintasi perbatasan laut dan menyelamatkan 14.406 (pengungsi) termasuk 13.138 dari negara-negara Afrika sub-Sahara," antara 1 Januari dan 31 Maret, katanya dalam sebuah pernyataan.

Sebagian besar terjadi di lepas pantai provinsi Sfax dan Mahdia, yang pantainya terletak hanya 150 km (90 mil) dari pulau Lampedusa, Italia.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan pada Jumat, Eropa berisiko menghadapi gelombang besar pengungsi tiba di pantainya dari Afrika Utara jika stabilitas keuangan di Tunisia tidak dijaga.

Meloni meminta dana moneter internasional (IMF) dan negara-negara lain membantu Tunisia dengan cepat untuk menghindari keruntuhannya.

Menteri Luar Negeri Tunisia Nabil Ammar pekan lalu mengatakan negaranya membutuhkan dana dan peralatan untuk melindungi perbatasannya dengan lebih baik. Tunisia telah menerima peralatan dari Italia dalam beberapa tahun terakhir, tetapi Ammar mengatakan itu sudah ketinggalan zaman dan tidak cukup.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.