Tiongkok Didesak Bagikan Informasi Asal-usul Covid-19

Sabtu, 08 Apr 2023, 00:01 WIB

JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Kamis (6/4), mendesak Tiongkok untuk membagikan informasinya tentang asal-usul Covid-19, dengan mengatakan bahwa sampai itu terjadi, semua hipotesis tetap terbuka.

"Tanpa akses penuh ke informasi yang dimiliki Tiongkok, Anda tidak dapat mengatakan ini atau itu," kata Tedros menanggapi pertanyaan tentang asal usul virus tersebut.

Ket. Foto: TEDROS A GHEBREYESUS Direktur Jenderal WHO - Tanpa akses penuh ke informasi yang dimiliki Tiongkok, Anda tidak dapat mengatakan ini atau itu. — Sumber: ISTIMEWA

"Semua hipotesis ada di atas meja. Itulah posisi WHO dan itulah mengapa kami meminta Tiongkok untuk bekerja sama dalam hal ini," ujarnya dikutip dari The Straits Times.

"Jika Tiongkok melakukan itu maka kita akan tahu apa yang terjadi atau bagaimana awalnya," tambahnya.

Virus ini pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan di Tiongkok pada Desember 2019, dengan banyak dugaan bahwa itu bermula dari pasar hewan hidup sebelum menyebar ke seluruh dunia dan membunuh hampir tujuh juta orang.

Data dari hari-hari awal pandemi Covid-19 diunggah secara singkat oleh para ilmuwan Tiongkok ke database internasional bulan lalu. Itu termasuk urutan genetik yang ditemukan di lebih dari 1.000 sampel lingkungan dan hewan yang diambil pada Januari 2020 di pasar makanan laut Huanan di Wuhan, lokasi wabah Covid-19 pertama yang diketahui.

Data menunjukkan asam deoksiribonukleat (DNA) dari beberapa spesies hewan, termasuk anjing rakun, ada dalam sampel lingkungan yang dites positif untuk Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

"Menunjukkan bahwa mereka adalah saluran yang paling mungkin dari penyakit tersebut," kata tim peneliti internasional.

Namun, dalam studi non-peer-review yang diterbitkan oleh jurnal Nature minggu ini, para ilmuwan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok membantah temuan tim internasional tersebut.

Mereka mengatakan sampel tidak memberikan bukti bahwa hewan tersebut benar-benar terinfeksi. Sampel juga diambil sebulan setelah penularan dari manusia ke manusia pertama kali terjadi di pasar, sehingga meski positif Covid-19, hewan tersebut bisa tertular virus dari manusia.

Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan informasi Tiongkok terbaru memberikan beberapa "petunjuk" tentang asal-usul, tetapi tidak ada jawaban.

Sedang Bekerja

Dia mengatakan badan PBB itu sedang bekerja dengan para ilmuwan untuk mencari tahu lebih banyak tentang kasus paling awal dari 2019, seperti keberadaan mereka yang terinfeksi. WHO masih belum mengetahui apakah beberapa penelitian yang diperlukan telah dilakukan di Tiongkok.

"WHO juga telah meminta data asli dari Amerika Serikat yang mendukung studi baru-baru ini oleh Departemen Energi AS yang menyatakan bahwa kebocoran laboratorium di Tiongkok kemungkinan telah menyebabkan pandemi Covid-19," katanya.

Tedros mengharapkan WHO akan mencabut status darurat Covid-19 sekitar tahun 2023, tanpa memberikan kerangka waktu yang lebih spesifik.

Badan kesehatan PBB itu terus menganggap Covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, lebih dari tiga tahun setelah penilaian awal. "Saya pikir kami akan dapat mengangkatnya tahun ini," kata Tedros.

Komite ahli tentang status pandemi selanjutnya akan bertemu pada bulan Mei. Sebelumnya, Tedros menyebutkan Covid-19 masih merupakan darurat kesehatan masyarakat yang harus dijadikan perhatian masyarakat internasional (PHEIC). Penilaian itu, diambil mengikuti saran dari badan penasihat.

Setelah Komite Darurat Regulasi Kesehatan Internasional bertemu selama akhir pekan, kepala WHO itu mencatat bahwa minggu ini menandai tahun ketiga penetapan Covid-19 sebagai PHEIC sejak Januari 2020.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.