Tiongkok Luncurkan Platform 'Big Data' untuk Industri Padi

Rabu, 05 Apr 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Tiongkok telah meluncurkan platform mahadata (big data) untuk keseluruhan rantai industri padi, yang diharapkan dapat mendorong proses digitalisasi dan informatisasi industri padi di negara itu.

Institut Penelitian Padi Nasional Tiongkok (Tiongkok National Rice Research Institute/CNRRI) memimpin pendirian platform tersebut, yang berfokus pada pembuatan, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, analisis, dan layanan data tentang industri padi.

Ket. Foto: Tiongkok meluncurkan platform big data untuk keseluruhan rantai industri padi. — Sumber: ANTARA/XINHUA

Seperti dikutip dari Antara, semua ini mencakup seluruh rantai industri yang melibatkan produksi, penyimpanan, pasar, perdagangan, konsumsi, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi terkait padi, menurut Tiongkok Seed Congress and Nanfan Agricultural Silicon Valley Forum 2023 yang sedang berlangsung di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan.

"Platform itu secara berkala akan memublikasikan laporan otoritatif tentang indeks terkait padi untuk meningkatkan keseluruhan tingkat layanan dan kemampuan industri itu," kata Wakil Direktur di Pusat Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi CNRRI, Xu Chunchun.

Beri Beragam Layanan

Platform itu dapat menghubungkan para pengguna terminal secara akurat, dan memberikan beragam layanan, seperti identifikasi cerdas dari produksi benih padi, hama serangga dan penyakit padi, panduan jarak jauh, serta pengumpulan dan analisis data, ujar Xu Chunchun.

"Di masa mendatang, platform ini akan ditingkatkan dari platform data menjadi platform layanan untuk menciptakan ekosistem digital industri padi yang memiliki cakupan penuh produksi digital dan penghubungan jaringan layanan," imbuh Xu.

Bersama Chinese Academy of Agricultural Sciences dan Institute of Genetics and Developmental Biology, Chinese Academy of Sciences, CNRRI baru-baru ini, juga berhasil mengembangkan sistem pengeditan utama (PE) genetik padi yang efisien dan dapat diterapkan secara luas pada beras. Penelitian ini dipublikasikan secara online di China Life Sciences.

Sistem PE adalah alat pengeditan genom serbaguna yang dapat langsung menulis informasi genetik baru ke dalam situs Asam deoksiribonukleat (Deoxyribonucleic acid/DNA) tertentu tanpa double-strand-break (DSB) atau template donor DNA. Namun, penerapan sistem PE dalam pemuliaan masih terbatas karena rendahnya efisiensi penyuntingan pada tanaman.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Joe Taslim Dirumorkan Jadi Mister Negative di Film Spider-Man Berikutnya

Sydney Sweeney Tantang Tom Cruise Lewat Aksi Wing-Walking ala Mission: Impossible

Bukan sekadar Kain Hiasan, Wastra Ecoprint Flora Benuanta, Rekam Jejak Keanekaragaman Hayati Kalimantan, Sebuah Keindahan Tanpa Duplikat

Karya Kreatif Indonesia 2026: UMKM Jambi Binaan BI Raup Penjualan Rp675,87 Juta

Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data

PLTS 100 GWp Hemat APBN Rp73 Triliun per Tahun dan Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja

Kolaka Jadi Lumbung Padi Sultra, Pemkab Siapkan Lahan untuk RMU

Konflik Sudan Selatan Memanas, Dua Personel Perdamaian PBB Asal Ethiopia Tewas Ditembak

Seolah Tak Pernah Padam, Horor Wabah Ebola Kongo Tembus 5.500 Kasus

Perkuat Kemitraan Industri, RI-India Bidik Kolaborasi di EV, Semikonduktor & Digital

Pemkab Karawang Salurkan Puluhan Pompa untuk Petani Atasi Kekeringan

184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

Pengembangan Ekraf Berbasis Wellness Didorong Wamenekraf jadi Peluang Baru Pertumbuhan Ekonomi

BPBD Gunungkidul Salurkan 2,4 Juta Liter AIr selama Kekeringan

Dirut PLN: Indonesia Jalankan Proyek PLTS Terbesar di Dunia

Polisi Tangkap WNA Malaysia Terkait Peredaran Vape Narkoba

Fantastis! Produk Kreatif Binaan BI Kaltim Raup Omzet Rp1,14 Miliar di Ajang KKI Jakarta

Kabar Baik untuk Warga Tabukeker, PLTMH Buka Akses Listrik dan Air Bersih.

KTP Tak Laku Buat Memperoleh Kartu SIM baru, Lalu Pakai Apa?

Kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Pemkot Bandung jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Wisata Kuliner dan Ekraf

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.