Antisipasi Bencana, BPBD Lebak Gandeng PVMBG Teliti Pergerakan Tanah di Cigoong Utara

Rabu, 05 Apr 2023, 00:42 WIB

Lebak - Antisipasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk melakukan penelitian pergerakan tanah di Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur.

"Kami sudah mengirim surat ke PVMBG Bandung untuk dilakukan penelitian pergerakan tanah di Cigoong Utara itu," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Lebak Irman Utharman di Lebak, Selasa.

Ket. Foto: Warga berjalan di sekitar rumahnya yang rusak akibat pergerakan tanah di Cigoong Utara, Lebak, Banten, Selasa (28/2/2023). — Sumber: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Pergerakan tanah di Cigoong Utara Kabupaten Lebak perlu dilakukan penelitian agar masyarakat yang terdampak potensi bencana alam dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, 25 rumah warga Cigoong Utara terdampak pergerakan tanah. Rumahnya mengalami kerusakan bagian atap, tiang penyangga, retak-retak tembok dan sebagian roboh.

Warga mengalami pergerakan tanah sejak Januari 2023. Cigoong Utara diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam sepekan terakhir.

Untuk memastikan dampak terjadinya pergerakan tanah, pihaknya menggandeng PVMBG Bandung sehingga dapat merekomendasikan bahaya kawasan perkampungan tersebut.

Dari hasil penelitian PVMBG Bandung itu nantinya jika pergerakan tanah membahayakan masyarakat maka perlu dilakukan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

"Kita siap melakukan relokasi bila membahayakan keselamatan warga akibat pergerakan tanah itu," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah dipastikan membantu relokasi masyarakat yang terkena pergerakan tanah. Bantuan itu berupa pembangunan hunian tetap atau huntap di lokasi baru yang lebih aman dari ancaman bencana alam tersebut.

"Kami siap merelokasi warga yang terdampak pergerakan tanah setelah hasil penelitian PVMBG Bandung dengan membangun huntap itu," katanya.

Camat Cikulur Kabupaten Lebak,Sukmajaya mengatakan, masyarakat di wilayahnya siap direlokasi jika lokasi pergerakan tanah itu membahayakan.

Saat ini, masyarakat yang terdampak bencana alam tinggal bersama anggota keluarga dan sebagian menyewa maupun mengontrak rumah.

"Kami menargetkan tahun ini bisa dirampungkan perbaikan badan jalan nasional," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.