SIG Catat Laba Rp2,365 Triliun, Perkuat Market Leader dengan Komitmen Bisnis Berkelanjutan
Minggu, 02 Apr 2023, 10:52 WIBSEMARANG - Di tengah dinamika dan kondisi industri semen yang semakin menantang, SIG mampu mencatatkan kinerja positif pada tahun 2022.
Peningkatan laba SIG yang dapat distribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 15,5 persen menjadi Rp2,365 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp2,047 triliun. Perseroan berkomitmen terus berkembang dengan menjalankan prinsip berkelanjutan.
General Manager of Corporate Communication SIG, Arif Gunawan Sulistiyono mengatakan, SIG sebagai perusahaan BUMN terus berupaya menghadirkan solusi bahan bangunan dan konstruksi dengan produk dan layanan yang terus mengedepankan aspek lingkungan.
"Perseroan fokus mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan di bidang building material dan memberikan solusi kepada seluruh stakeholders," kata Arif di Kota Semarang, Jumat ( 31/3).
Sebagai perusahaan BUMN, SIG terus berupaya menghadirkan solusi dalam sektor infrastruktur dengan sejumlah produk dan solusi untuk pembangunan yang ramah lingkungan.
Menurutnya, perseroan fokus mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan yang ada di bidang building material dan memberikan solusi berkelanjutan bagi seluruh stakeholders.
"Upaya penurunan emisi karbondioksida atau dekarbonisasi, dijalankan dengan menekan tingkat emisi dari pemanfaatan energi primer dan energi listrik," ujarnya.
Beberapa inisiatif yang telah dijalankan di antaranya pemanfaatan biomassa berbasis kayu Kaliandra yang dijalankan di PT Semen Padang, pemanfaatan biomassa berbasis limbah industri dan rumah tangga sebagai energi di fasilitas PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, hingga penggunaan energi surya di pabrik Tuban.
SIG berkomitmen untuk terus mendorong upaya dekarbonisasi. Per 2022, SIG berhasil menekan intensitas emisi karbon hingga 590 kg CO2/ton cement equivalent, atau turun 16,67 persendari baseline tahun 2010 sebesar 708 kgCO2/ton cement equivalent. Penurunan clinker factor tercapai 69,2 persen dan peningkatan thermal substitution rate (TSR) tercapai 7,2 persen. SIG membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, namun juga operasional berkelanjutan yang semakin memperkuat daya saing dan nilai perusahaan (enterprise value).
Saat ini, SIG memiliki enam brand semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di masing-masing regionalnya, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, serta Semen Baturaja yang telah menjadi bagian SIG, melengkapi footprint SIG di Sumatra khususnya bagian Selatan. Hal ini membawa SIG sebagai pemimpin pasar semen nasional dengan porsi sekitar 50 persen.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Henri pelupessy
Berita Terkait:
-
Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana, SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi Untuk Pembangunan Hunian Tetap di Kampung Talang
-
Banjir Rendam Bekasi, Polda Metro Jaya Turun Tangan Salurkan Bantuan
-
Kemkomdigi Luncurkan IGRS demi Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Dari Hutan Lestari ke Pasar Global, Madu Pelawan Bangka Tembus Mancanegara
-
Pendaki Meninggal Jatuh ke Jurang di Jalur Aik Berik Gunung Rinjani
-
Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy, Valentino Rossi Jajal Sirkuit Pertamina Mandalika
-
Menko Perekonomian Umumkan Kewajiban THR untuk ASN dan Swasta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.