- Home
-
- Luar Negeri
-
- Aneh Tapi Nyata, Presiden ...
Aneh Tapi Nyata, Presiden Ukraina Sebut Absurd Rusia Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB
Minggu, 02 Apr 2023, 21:36 WIBIstanbul - Aneh tapi nyata. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu mengatakan status Rusia sebagai ketua Dewan Keamanan (DK) PBB bulan ini adalah hal absurd yang menunjukkanbadan dunia tersebut mengalami kebangkrutan.
"Kemarin (Jumat), tentara Rusia membunuh lagi anak Ukraina, seorang bayi laki-laki berusia 5 bulan bernama Danylo. Dari Avdiivka, di Donbas, bersama orang tuanya yang terluka. Pada saat yang sama, Rusia mengetuai Dewan Keamanan PBB," kata Zelenskyy.
Tahun laluZelenskyymempertanyakan efektivitas Dewan Keamanan PBB yang belum bisa mengambil tindakan apa pun terhadap invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari.
Dia meminta badan dunia tersebut direformasi.
Zelenskyymenuding Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan pernyataan bahwa Rusia melakukan teror di Ukraina. Untuk itu, badan ini mesti direformasi.
Zelenskyymengaku telah menandatangani dua dekrit Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional (NSDC) terkait sanksi kepada lebih dari 650 orang dalam industri pertahanan Rusia, serta orang-orang yang terlibat dalam perang di Ukraina.
"NSDC akan melanjutkan upaya ini. Dan tidak satu pun dari mereka yang membantu, ⦠bekerja demi mereka (Rusia), memasok, atau membuat senjata untuk meneror, tidak ada yang akan lolos dari tanggung jawab," kata Zelenskky.
Rusia pada Sabtu resmi mendapatkan giliran menjadi presiden Dewan Keamanan PBB selama satu bulan ke depan sebelum digantikan Swiss pada Mei nanti.
Dewan Keamanan PBB adalah badan internasional yang salah satunya bertanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
DewanKeamanan PBB beranggotakan 15 negara, yang terdiri dari lima anggota tetap, meliputi Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, serta 10 anggota tidak tetap yang dipilih oleh Majelis Umum PBB untuk menjalani masa tugas dua tahun.
Lima anggota tidak tetap diganti setiap tahun.
Ke-15 anggota DK PBB berhak menduduki kursi kepresidenan selama sebulan, dengan pola bergilir.
Sebagai anggota tetap dalam Dewan Keamanan PBB, Rusia dapat memveto atau berhak membatalkan resolusi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Manchester United Segera Diperkuat Empat Pemain Senior, Bruno Fernandes Siap Kembali
-
Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Cari Korban Gempa NTT dengan Satelit Copernicus
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
Nyaris Tanpa Molor, Whoosh Bukukan Ketepatan Waktu 99,4 Persen
-
PINTU Incubator Perkuat Kolaborasi Mode Indonesia-Prancis di JF3 2026
-
Gempa Luluh Lantakkan Kolombia, Sedikitnya 111 Orang Tewas
-
Menbud Ajak Masyarakat Rawat Bahasa dan Budaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.