Sepak Bola Indonesia Berduka

Jumat, 31 Mar 2023, 06:06 WIB

JAKARTA - FIFA telah mengumumkan pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Sepak bola Indonesia kini menanti sanksi FIFA. "Bisa saja sanksi yang terburuk buat kita adalah kembali di-banned. Kita tidak bisa mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan FIFA," ujar pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo Rabu (29/3).

Keputusan FIFA , menurut Kesit, sangat mengecewakan publik sepak bola Indonesia. "Masyarakat sepak bola berduka karena gagal menggelar event akbar Piala Dunia U-20," sambungnya. Kesit juga mengkritik para pemangku kepentingan yang tidak kompak mendukung gelaran Piala Dunia U-20. Padahal, event ini bisa membawa banyak keuntungan bagi Indonesia.

Ket. Foto: Karangan Bunga I Petugas memba­wa karangan bunga di GBK Arena, Ja­karta, Kamis (30/3). Karangan bunga itu merupakan bentuk dukungan sekaligus kekecewaan berbagai pihak setelah batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. — Sumber: ANTARA/Rivan Awal Lingga

"Pemimpin negeri ini seperti tidak bersatu mendukung event yang sangat memberikan keuntungan untuk Indonesia," tandasnya. FIFA belum memutuskan tuan rumah pengganti Indonesia untuk Piala Dunia U-20. Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin. Sedangkan waktu turnamen tidak berubah (20 Mei-11 Juni).

"Potensi sanksi terhadap PSSI juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya," demikian pernyataan di website resmi FIFA, Rabu. Terlepas dari keputusan itu, FIFA tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI. FIFA juga akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk proses transformasi sepak bola Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan. Tapi ini sepertinya hanya janji untuk basa-basi.

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menyatakan, pihak-pihak yang membuat gaduh sehingga Piala Dunia U-20 2023 batal terselenggara di Indonesia harus bertanggung jawab. Salah satunya, dengan secara moral minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Terutama kepada para pemain muda kita. Mereka kehilangan mimpi untuk tampil di Piala Dunia U-20," ujar Akmal. "Indonesia juga kehilangan kesempatan mencetak sejarah. Seharusnya, masyarakat menjadi saksi hidup atas capaian Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," katanya. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.