- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bank Sentral di Amerika da...
Bank Sentral di Amerika dan Australia Hampir Hentikan Kenaikan Suku Bunga
Rabu, 29 Mar 2023, 00:00 WIBSYDNEY - Bank sentral di Amerika Serikat (AS) dan Australia hampir menghentikan kenaikan suku bunga karena mereka mencapai keseimbangan antara stabilitas keuangan dan pertarungan melawan inflasi.
Demikian dikatakan Kepala Eksekutif (CEO) HSBC Australia, Antony Shaw, di Australian Financial Review Banking Summit di Sydney, Selasa (28/3).
"Kami benar-benar berpikir bahwa keseimbangan antara memastikan inflasi tidak mengakar untuk sisa tahun 2023 dan 2024 tetapi pada saat yang sama menjaga stabilitas keuangan yang pertama dan terutama, akan dipenuhi oleh bank sentral baik di Australia maupun di AS dalam beberapa bulan mendatang," kata Shaw.
Seperti dikutip dari Antara, itulah mengapa Shaw pikir perekonomian sekarang lebih dekat dengan jeda dan lebih dekat dengan puncak suku bunga terminal.
Sebelumnya, The Fed pada Rabu (22/3) menaikkan kisaran target suku bunga acuannya sebesar 0,25 persen ke kisaran 4,75-5 persen, tertinggi sejak Oktober 2007. Bersamaan dengan pengumuman kebijakannya, The Fed juga merilis ekspektasinya tentang arah suku bunga di masa depan.
Dot plot The Fed yang terbaru menunjukkan suku bunga akan terus naik pada 2023, dengan suku bunga acuan memuncak di level 5,1 persen tahun ini.
Tidak ada pimpinan The Fed yang melihat akan adanya penurunan suku bunga pada 2023. Mereka melihat suku bunga turun menjadi 4,3 persen pada 2024.
Perspektif Bisnis
Shaw juga mengatakan akuisisi Silicon Valley Bank (SVB) Inggris oleh HSBC Holdings merupakan tindakan yang "sangat masuk akal" dari perspektif bisnis dan tidak ada kaitannya dengan tekanan dari regulator. "Ini adalah kesempatan yang jarang terjadi," kata Shaw melalui sebuah video di acara konferensi perbankan Australian Finance Review (AFR), Selasa (28/3).
"Mengamankan portofolio aset, liabilitas, dan juga 700 tenaga kerja bertalenta, dan 3.000 pelanggan itu sangat masuk akal," ujarnya.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, HSBC belum lama ini mengambil alih unit operasi SVB di Inggris seharga 1 poundsterling atau sekitar 16 ribu rupiah setelah runtuhnya bank California itu.
Keruntuhan itu menyisakan tanda tanya soal akses pendanaan untuk perusahaan-perusahaan startup yang digarap SVB. HSBC juga mengajukan untuk menyuntikkan dana sebesar 2 miliar poundsterling ke SVB cabang Inggris tersebut.
"Tidak ada uang seperak pun dari pajak warga yang digunakan untuk menyelesaikan keadaan itu," kata Shaw, sambil menambahkan bahwa HSBC bergerak dalam waktu 12-15 jam saja dengan bank sentral Inggris, Bank of England dan regulator negara tersebut.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Tiket Kereta dari Tanah Abang ke Merak Cuma Rp11.000, Ekonomis dan Nyaman Menuju Gerbang Pulau Sumatra
-
Update Banjir Jakarta: Daftar Titik Genangan di Jalan Letjen Suprapto dan Jalur Alternatif
-
Harga Emas Dunia Makin Menggila! Diprediksi Tembus Semahal Ini di Akhir 2025
-
Aksi Buruh di Depan DPR/MPR Serukan Lima Tuntutan
-
Presiden Tegaskan Ungkap Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
-
Dorong Pertumbuhan dan Tekan Inflasi, Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Jadi 5,25 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.