Sidang IMO FAL ke-47 Dorong Optimalkan Sektor Maritim demi Peningkatan Ekonomi 

Minggu, 19 Mar 2023, 17:16 WIB

Ket. Foto: Kepala Bagian Organisasi dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Wisnu Wardana (kanan) saat menghadiri Sidang IMO FAL 47 di London, Inggris.  — Sumber: Istimewa.

JAKARTA - Sidang International Maritime Organization (IMO) 47th Facilitation Committee Meeting (FAL ke-47) mendorong optimalisasi sektor maritim dalam membantu negara anggota meningkatkan lapangan kerja, kemakmuran, dan stabilitas melalui promosi perdagangan global.

"Komite FAL telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mempercepat digitalisasi dalam transportasi maritim, khususnya dengan amandemen Konvensi FAL yang diadopsi pada tahun 2016 dan 2022, yang mewajibkan pertukaran informasi secara elektronik dan pembentukan jendela tunggal (Single Window) maritim di pelabuhan," kata Kepala Bagian Organisasi dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Wisnu Wardana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/3).

Untuk itu, tambahnya, Indonesia melalui Lembaga National Single Window (LNSW) terus mempersiapkan dan mendorong optimalisasi pemanfaatan digitalisasi kepelabuhanan di Indonesia melalui mekanisme single submission, single processing, single synchronizing and decision making yang menjadi dasar dan filosofi National Single Window di Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Wisnu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan optimis dengan digitalisasi kepelabuhanan melalui Inaportnet yang akan membuat pelayanan kepelabuhanan di Indonesia semakin baik, terlebih hingga tahun 2023 ini ditargetkan total 260 pelabuhan di Indonesia sudah mengimplementasikan Inaportnet.

Tentunya hal tersebut merupakan fasilitas usaha yang diinginkan oleh dunia usaha khususnya di komunitas pelabuhan yang secara nyata memberikan dampak pada efisiensi layanan kepelabuhanan di seluruh pelabuhan dalam rangka memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.

"Implementasi Single Window merupakan opsi terbaik yang telah terbukti mengantisipasi repetisi, duplikasi dan pemalsuan. Hal yang sama tentunya sangat tepat untuk diterapkan di dunia maritim, melalui Maritime Single Window," ujarnya.

Sidang IMO FAL ke-47 resmi ditutup, Jumat (17/3). Sidang yang telah berlangsung dari 13 Maret 2023 di Markas Besar IMO di London, Inggris itu menghasilkan catatan penting bagi transportasi laut dunia.

Lalu, apa saja catatan penting dari Sidang IMO FAL ke 47 London tersebut? Berikut catatannya ; Pertama, penggunaan sistem Maritime Single Window akan menjadi mandatory pada Januari 2024 bagi negara anggota IMO yang telah meratifikasi FAL, sesuai amendment 2022 FAL Convention dalam Resolution FAL.14(46).

Kedua, selain mekanisme Single Window, FAL Committee juga membahas mengenai Port Community System sebagai upaya fasilitasi terhadap pertukaran data di antara para stakeholder, termasuk entitas bisnis di pelabuhan.

Ketiga, Mendorong penggunaan sertifikat elektronik (e-certificate) bagi kapal, muatan dan awak kapal yang saat ini semakin banyak diadopsi oleh negara anggota IMO. Penggunaan sertifikat elektronik sangat membantu proses administrasi di pelabuhan dari segi kecepatan, akurasi dan keamanan.

Keempat, Pembahasan pada Working Group on Maritime Autonomous Surface Ship-MASS (Kapal Nir-Awak) menghasilkan identifikasi sejumlah konsep untuk mengantisipasi proses administrasi di pelabuhan terhadap jenis kapal tersebut di masa yang akan datang.

Dan terakhir, seperti halnya di Komite lainnya, IMO mengharapkan partisipasi negara anggota dalam Integrated Technical Cooperation Programme (ITCP). Pada kesempatan ini, Indonesia dapat berkontribusi sebagai narasumber ataupun menjadi tuan rumah bagi ITCP terkait FAL Convention, termasuk Maritime Single Window, dalam bentuk penyelenggaraan seminar, FGD, dan sebagainya bagi negara anggota IMO.

"Implementasi Inaportnet di Indonesia dipaparkan langsung di depan perwakilan negara anggota International Maritime Organization (IMO), London Inggris hari Rabu (15/3) yang menuai apresiasi dari negara anggota IMO atas pencapaiannya dalam keberhasilannya melakukan perbaikan pelayanan kepelabuhanan dalam hal ini bongkar muat kapal di pelabuhan melalui Inaportnet," tutupnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.