- Home
-
- Luar Negeri
-
- Upaya Menjaga Stabilitas K...
Upaya Menjaga Stabilitas Kawasan, Erdogan Janji Selesaikan Proses Finlandia Masuk NATO
Jumat, 17 Mar 2023, 00:15 WIBAnkara - Upaya menjaga stabilitas kawasan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu berjanji menyelesaikan proses permohonan Finlandia menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
"Apa pun prosesnya, kami akan menjalankan proses itu. Kami akan mengerjakan bagian kami. Kami akan menepati janji kami," kata Erdogan kepada wartawan setelah pertemuan faksi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) dalam parlemen Turki.
Erdogan menyatakan akan bertemu dengan Presiden Finlandia Sauli Niinisto untuk memenuhi janji Turki dalam meratifikasi keanggotaan negara Skandinavia itu dalamNATO.
Niinisto akan mengunjungi Turki pada 16-17 Maret, kata Direktorat Komunikasi Turki.
Erdogan dan Niinisto akan membahas segala aspek hubungan bilateral serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara.
Kedua pemimpin itu juga akan bertukar pandangan menyangkut KTT Madrid NATO tahun lalu, permohonan Finlandia menjadi anggota NATO, hubungan Turki-Uni Eropa, dan sejumlah masalah regional dan internasional.
Juni lalu, Turki, Finlandia, dan Swedia menandatangani sebuah memorandum pada pertemuan puncak NATO di Madrid untuk menjawab masalah keamanan yang dikhawatirkan Ankara. Pembahasan itu membuka jalan bagi keanggotaan Finlandia dan Swedia dalam aliansi tersebut.
Memorandum itu juga menjawab kekhawatiran Turki, termasuk ekspor senjata dan perang melawan terorisme.
Swedia dan Finlandia memutuskan mengakhiri statusnya sebagai negara netral dengan resmi mendaftar menjadi anggotaNATO pada Mei lalu.
Namun, dari 30 negara anggota NATO, tinggal Turki dan Hungaria yang belum meratifikasi persetujuan keanggotaan kedua negara Skandinavia itu
Untuk menyetujui keanggotaan NATO, Ankara menuntut kedua negara mengambil langkahnyata dalam memerangi kelompok-kelompok yang disebut kelompok teror, yakniPKK dan apa yang disebutnya Organisasi Teroris Fetullah (FETO),
Namun, Swedia dianggap tidak berbuat cukup untuk meyakinkan Turki agar menyetujui Swedia menjadi anggota NATO.
Sebelumnya, Erdogan memberi lampu hijau untuk terlebih dahulu menyetujui keanggotaan Finlandia sebelum Swedia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Memberdayakan PPID Sebagai Corong Informasi Publik
-
Brasil vs Maroko: Laga Tim Favorit Juara Kontra Kuda Hitam Afrika di Piala Dunia 2026
-
Menaker Yassierli Tekankan Persiapan Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja Baru
-
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian pada Kamis Ini
-
Cocok buat Treking dan Healing, Ini Rekomendasi 7 Curug di Bogor yang Wajib Dikunjungi
-
Mengapa Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri? Guru Besar UNAND Beberkan Penyebabnya
-
AVC Girls' U-18: Tim Bola Voli Putri Indonesia Takluk dari Juara Bertahan Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.