Anggaran Militer Taiwan Tahun Ini Fokus Hadapi Blokade Total Tiongkok

Senin, 13 Mar 2023, 15:35 WIB

TAIPEI - Anggaran pertahanan Taiwan tahun ini akan difokuskan pada persiapan senjata dan peralatan untuk menghadapi "blokade total" Tiongkok, termasuk suku cadang pesawat F-16 dan pengisian senjata, kata militer Taiwan dalam sebuah laporan.

Tiongkok yang memandang Taiwan sebagai wilayah teritorialnya, menggelar latihan perang di sekitar pulau itu pada Agustus lalu, menenmbakkan rudal di atas Taipei, serta mendeklarasikan zona larangan terbang dan larangan berlayar dalam simulasi tentang bagaimana negara itu berusaha menghentikan perang dengan Taiwan.

Ket. Foto: Taiwan telah meluncurkan rencana meningkatkan anggaran pertahanan, beberapa minggu setelah Tiongkok menggelar latihan militer skala besar di dekat pulau itu pada Agustus 2022. — Sumber: Aljazeera/Reuters/Kantor Kepresidenan Taiwan

Dalam sebuah laporan yang meminta persetujuan parlemen, yang salinannya dilihat Reuters pada Senin (13/3), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya mulai meninjau cadangan bahan bakar strategis dan kemampuan perbaikannya tahun lalu, namun rinciannya tidak diberikan.

Dalam "antisipasi blokade total Selat Taiwan", anggaran tahun ini akan mencakup pengisian stok artileri dan roket, serta suku cadang pesawat F-16 "untuk memperkuat kontinuitas pertempuran", kata kementerian.

Dalam pembaruan penilaian ancamannya dari Tiongkok, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, militer Tiongkok telah melakukan operasi pasukan gabungan dengan tujuan mengendalikan titik-titik strategis dan menolak akses ke pasukan asing.

"Baru-baru ini, model latihan dan pelatihan militer Komunis telah disesuaikan dari satu jenis militer menjadi operasi gabungan pasukan darat, laut, udara, dan roket," katanya dalam laporan yang dikeluarkan menjelang rapat dengar pendapat Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng dengan anggota parlemen pada Rabu.

"Model ini mengadopsi pendekatan perang yang sebenarnya dan beralih dari pelatihan ke persiapan tempur."

Kantor Urusan Taiwan Pemerintah Tiongkok tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tiongkok tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan pada Senin bahwa Tiongkok harus memodernisasi militernya untuk menjadikannya "Tembok Besar Baja".

Xi juga mengatakan ketika datang ke Taiwan, Tiongkok harus menentang aktivitas pro-kemerdekaan dan pemisahan diri, serta campur tangan kekuatan eksternal.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Tiongkok telah secara sistematis meningkatkan kekuatan tindakan "kesiapan tempur bersama" di sekitar Taiwan.

Komando Teater Timur militer Tiongkok tahun lalu mengirim lebih dari 1.700 pesawat ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, lebih dari dua kali lipat jumlah dari tahun sebelumnya dan menimbulkan "ancaman substansial" bagi pertahanan Taiwan, kata kementerian itu.

Tiongkok telah "menormalkan" zona larangan navigasi di sekitar Laut Bohai, Laut Kuning, dan Selat Taiwan, tambah kementerian tersebut.

Tiongkok berharap dapat mengasah kemampuannya untuk berperang ke dalam "rangkaian pulau kedua", yang mencakup wilayah dari Jepang hingga pulau-pulau Pasifik, untuk "mencekik dan mengendalikan" Selat Bashi, Selat Miyako, dan Selat Tsushima, katanya, tiga saluran air penting akses ke Laut Pasifik dan Laut Tiongkok Timur.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Tiongkok juga terus menggunakan taktik "zona abu-abu" untuk menguji respons Taiwan, termasuk mengirim drone, balon udara, dan kapal penangkap ikan ke daerah yang dekat dengan Taiwan.

Kementerian Taiwan juga mengatakan akan memprioritaskan pendanaan dalam anggaran tahun ini untuk senjata utama buatan AS, termasuk rudal anti-pesawat Stinger, dan peluncur roket mobile M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.