Pengurus Hipmi Berusia di Atas 41 Tahun Diminta Mundur 

Minggu, 12 Mar 2023, 19:18 WIB

KUPANG - Pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Abdul Latief meminta para pengurus baru Hipmi yang berusia di atas 41 tahun segera mengundurkan diri dari kepengurusan karena melanggar AD/ART.

Ket. Foto: Pendiri Hipmi Abdul Latief (kanan) saat mendampingi Presiden Joko Widodo. — Sumber: ANTARA/HO-HIPMI

"Hipmi sudah menjadi akademi yaitu National Academy for Leadership. Usia anggota dalam kepengurusan Hipmi ketika didirikan adalah maksimum 40 tahun kemudian diperpanjang menjadi 41 tahun," kata Abdul Latief dalam keterangan yang diterima di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (11/3).

Oleh karena itu Ketua Pertama Hipmi tu meminta agar usia pengurus pun tidak diperpanjang lagi, cukup 41 tahun. Karena hal itu termuat dalam anggaran dasar rumah tangga sehingga Hipmi dapat mencetak banyak anak-anak muda calon pemimpin bangsa dari pengusaha muda ini.

Mantan Menteri Pariwisata Seni dan Budaya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto itu, menjelaskan mereka yang telah berusia di atas 41 tahun secara ksatria mengundurkan diri dari kepengurusan. Sebab organisasi Hipmi adalah para patriot enterprenur/pengusaha Indonesia yaitu pengusaha jadi jangan diributkan lagi masalah tersebut.

Seorang ksatria, lanjutnya, harus dengan ikhlas memundurkan diri, memberikan kesempatan kepada yang muda untuk memimpin Hipmi untuk belajar berorganisasi dengan baik.

"Bagi pengurus Pusat BPP dan pengurus daerah BPD, para pengurusnya yang di atas 41 tahun diminta mengundurkan diri dengan ksatria. Dimana ketua umum BPP dan para ketua umum BPD juga harus tegas untuk mereka-mereka yang di atas 41 tahun untuk mengundurkan diri secara ksatria.," tambah dia,

Dia berpesan apabila tidak dijalankan sesuai dengan aturan anggaran dasar ini, segera diambil tindakan sesuai dengan aturan organisasi untuk menjaga marwah organisasi.

"Saya ingatkan bila ada masalah dalam organisasi diselesaikan secara musyawarah dan mufakat sesuai aturan organisasi. Mari kita berikan ketenteraman berorganisasi, dimana pengurus yang terpilih secara sah diberikan kesempatan menjalankan tugasnya," tambah dia.

Indonesia saat ini butuh organisasi pengusaha muda yang dapat dengan cepat mengajak anak-anak Indonesia menjadi pengusaha untuk membangun ekonomi Indonesia di seluruh Nusantara.

Popularitas Hipmi yang telah menjadi organisasi pengusaha muda yang besar menjadi tumpuan organisasi anak-anak yang ingin menjadi pengusaha.

"Marilah kita mengajak anak-anak muda Indonesia menjadi anggota dan menjadi pengurus agar bisa mengembangkan Leadershipnya," tambah dia.

Dia juga menjelaskan bahwa Hipmi adalah organisasi kader yang melahirkan enterprenur nasionalis, patriot pengisi kemerdekaan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dia menambahkan Hipmi saat ini sudah menjadi organisasi besar, karena para anggotanya sadar bahwa organisasi itu harus dijaga persatuan agar dapat terus menerus tumbuh besar.

Falsafah organisasi adalah "yang muda disayang, yang tua dihormat" di dalam suasana keluarga besar dan bahagia (big and happy family).

Rasa kebersamaan dan persatuan di antara junior dan senior berjalan sangat baik sekali dalam organisasi Hipmi karena begitu eratnya antara junior dan senior maupun diantara sesama junior dan sesama senior sendiri.

"Untuk dapat memperbanyak pemimpin enterprenur/pengusaha Indonesia maka pengurus hanya untuk tiga tahun. Marilah kita bersama-sama mempertahankan tiga tahun ini sehingga pemuda Indonesia diberi kesempatan untuk bisa belajar berpengalaman dalam berorganisasi Hipmi ini," tambah dia.

Sehingga Hipmi setiap tiga tahun dapat mencetak pemimpin yang berpengalaman menjalankan organisasi. Diharapkan ke depan tidak ada perubahan lagi, cukup tiga tahun, tidak diperpanjang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.