Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Ada Solusi Menyeluruh, Negosiasi Pedoman Tata Perilaku di Laut Tiongkok Selatan Kembali Dilanjutkan

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Ada Solusi Menyeluruh, Negosiasi Pedoman Tata Perilaku di Laut Tiongkok Selatan Kembali Dilanjutkan Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
Ket. Dirjen Kerja Sama Asean Kemlu RI Sidharto Suryodipuro menyampaikan pengarahan kepada media di Jakarta, Jumat (10/3/2023).

Jakarta - Semoga ada solusi menyeluruh. Negosiasi pedoman tata perilaku(Code of Conduct/CoC)di Laut Tiongkok Selatan (LCS) antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) dan Tiongkok, kembali dilanjutkan di bawah keketuaan Indonesia tahun ini.

Pembahasan tersebut berlanjut dalam kelompok kerja bersama(joint working group/JWG)yang berlangsung di Jakarta pada 8-10 Maret 2023 dan diikuti oleh pejabat tingkat tinggi negara anggota Asean dan Tiongkok.

"Ini adalah kelanjutan dari pembahasan yang sudah-sudah, dan fokusnya pada bagaimana peserta JWG bisa mengintensifkan negosiasi yang sedang berlangsung," kata Direktur Jenderal Kerja Sama Asean Kemlu RI Sidharto Suryodipuro dalam pengarahan media di Jakarta, Jumat.

CoC diharapkan menjadi pedoman tata perilaku guna menghindari konflik, terutama antarnegara yang saling bersengketa di LCS.

Tiongkok diketahui mengklaim sebagian besar wilayah LCS sebagai bagian dari kedaulatannya, dan kian agresif melakukan reklamasi pulau-pulau di perairan tersebut.

Namun, klaim Tiongkok berbenturan dengan klaim dari Taiwan serta empat negara anggota Asean yaitu Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam.

Sementara Indonesia bentrok dengan Tiongkok atas hak penangkapan ikan di Kepulauan Natuna, yang terletak di bagian selatan perairan yang disengketakan.

Karena itu pada 2002, Tiongkok dan negara-negara Asean sepakat menandatangani Deklarasi Perilaku Para Pihak(Declaration of Conduct/DoC)dalam mengelola LCS, yang menandai dukungan pertama Beijing terhadap kesepakatan multilateral tentang masalah tersebut.

DoC disusun dengan sejumlah tujuan, antara lain mendorong upaya membangun kepercayaan di antara para pihak serta menyusun suatu dokumen CoC yang formal berkekuatan hukum mengikat(legally binding).

"Mengingat negosiasi masih berlangsung, saya berhati-hati dengan istilahbindingataunon-bindingkarena itu akan sangat bergantung pada pembahasan dan apa yang nanti tertulis di dalam dokumen CoC," tutur Sidharto.

Selama masa keketuaannya di Asean, kata dia, Indonesia juga tidak menentukan jangka waktu ataupun target dalam negosiasi CoC, tetapi bertekad mengintensifkan proses perundingan yang sempat terhambat akibat pandemi COVID-19.

Meskipun demikian, Sidharto menekankan bahwa Indonesia menyesalkan segala bentuk upaya untuk mengubah realitas di lapangan-termasuk di antaranya reklamasi dan militerisasi di LCS.

"Justru ini merupakan suatu dorongan bagi Asean dan Tiongkok untuk segera menyelesaikan suatu kesepakatan atau kesepahaman-yaitu CoC yang harus efektif,actionable, dan sesuai dengan hukum internasional," kata dia.

"Yang terpenting adalah pengelolaan insiden, karena konsensus Asean adalah mewujudkan LCS sebagai perairan yang damai dan sejahtera, sehingga kami akan berpedoman pada kesamaan kepentingan tersebut," ujar Sidharto, menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.