Pembangunan Indonesia Harus Gunakan Pendekatan Lingkungan
Jumat, 10 Mar 2023, 00:00 WIBJAKARTA - Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Jakarta Raya menyampaikan dukungan dan memberikan sejumlah rekomendasi agar pembangunan Indonesia menggunakan pendekatan manusia dan lingkungan.
"Rekomendasinya salah satunya tentang energi terbarukan serta industri otomotif di Indonesia," kata Ketua IKA ITS Jakarta Raya yang baru terpilih, Wiluyo Kusdwiharto, di Jakarta, Selasa (7/3).
Seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/3), Wiluyo mengatakan berdasarkan hasil musyawarah perkumpulan itu, IKA ITS mendukung upaya hilirisasi produk inovasi dan teknologi dalam prakarsa bisnis untuk membesarkan dana abadi ITS dalam rangka implementasi pentahelix (kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, industri, bisnis, dan masyarakat).
Pada bidang energi, tambah dia, IKA ITS mendukung dan mendorong pencapaian target net zero emission (NZE), nol emisi karbon, 2060 dengan menitikberatkan pada sektor industri sebesar 55 persen dan sektor transportasi 34 persen dan melakukan dekarbonisasi dan transisi di sektor energi dan transportasi untuk menurunkan tingkat polusi kota.
Mereka juga mendukung dan mendorong pertumbuhan ekosistem industri yang berbasis pada energi baru terbarukan serta melakukan kajian pemetaan dan pengaturan tata guna lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas pendukung transisi energi.
Selain itu, tambah Wiluyo, IKA ITS juga mendukung dan mendorong perencanaan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari penyediaan kendaraan (transportasi massal dan pribadi), infrastruktur pengisian daya atau penukaran baterai, penyimpanan energi, energi bersih yang digunakan, hingga daur ulang baterai.
Energi Bersih
Mereka juga mendukung dan mendorong implementasi secara masif program waste to energy untuk menghasilkan energi bersih dan juga mengurangi sampah; mendukung dan mendorong pembangunan jaringan terinterkoneksi transmisi HVDC 500 kv Sumatera-Jawa dan Kalimantan-Jawa untuk menggantikan semua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa.
Menurut Maluyo, IKA ITS memberikan rekomendasi pada bidang smart city (kota cerdas) dan smart transportation (transportasi cerdas) usai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Mereka mendukung pembangunan transportasi cerdas Jakarta sebagai kota global usai pembangunan IKN Nusantara melalui pendekatan yang humanis.
"Yaitu mengedepankan manusia dan kemanusiaan, yang artinya selamat, sehat, bahagia, sejahtera, dan damai," kata Wiluyo.
ITS dan alumni, kata Wiluyo, mengambil peran strategis dalam pengembangan dan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Dia berharap IKA ITS dapat menjadi mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dapat lebih berperan dalam pembangunan Jakarta di masa yang akan datang.
"Meminta kepengurusan menyampaikan masukan dan kontribusinya di era transisi perpindahan Ibu Kota Negara agar perpindahan IKN berlangsung dengan baik serta Jakarta tetap dapat menjadi pusat perekonomian nasional," kata Wiluyo.
Wiluyo yang juga Direktur Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), terpilih menggantikan Rifqy Isnanda secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IKA ITS di Jakarta.
Sementara itu, pakar kebijakan publik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengatakan pembangunan berpendekatan manusia dan lingkungan sudah menjadi tuntutan dan kewajiban bersama.
"Sudah semestinya bahwa pembangunan harus berdimensi manusia dan lingkungan masa depan. Memberi titik tekan kepada manusia dan lingkungan adalah jalan bijak agar pembangunan tidak mengalienasi manusia, lebih bisa memanusiakan manusia dan mampu menjaga lingkungan dengan tetap memperhatikan kebutuhan lingkungan untuk generasi mendatang," kata Surokim.
Sejauh ini, tambah Surokim, kritik terhadap pembangunan memang berpusat pada dua hal tersebut. Jika pembangunan bisa konsisten menggunakan pendekatan itu akan dapat mereduksi potensi distorsi pembangunan yang terjadi selama ini, seperti kerusakan lingkungan dan inefesiensi energi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
ASDP siagakan 69 kapal
-
Digitalisasi Keuangan
-
116.027 Warga dan 22.991 Rumah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar
-
Modernisasi Museum di Jakarta: Mengubah Koleksi Sejarah Jadi Narasi Visual Berbasis AI
-
Mutasi Baru Virus Ebola Terdeteksi, Tingkat Infeksi Lebih Tinggi
-
Dokter Jelaskan Pentingnya Batasan saat Ajarkan Anak Hidup Bersih
-
Pramono: DKI sudah ada proyek percontohan sekolah gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.