Cukup Aktivitas Fisik Dapat Tingkatkan Kemampuan Akademik
Minggu, 05 Mar 2023, 21:05 WIBJAKARTA - Anak-anak perlu melakukan aktivitas fisik baik di dalam maupun di luar ruang karena memberi dampak positif bagi kesehatan anak secara keseluruhan. Aktivitas fisik berupa bermain dapat membantu anak melawan obesitas pada masa kanak-kanak dan penyakit kardiovaskular pada masa dewasa nanti.
Namun pandemi Covid-19 telah menurunkan waktu kegiatan fisik anak di luar ruangan. Sementara itu penelitian Kennedy dan Widnyana, 2020, menyebutkan naiknya angka penggunaan media sosial sebesar 95 persen menyebabkan berkurangnya bermain di luar ruangan.
Generasi anak-anak masa kini yang dapat pula dikelompokkan menjadi Gen Z (lahir tahun 1995 - 2010) dan Gen Alpha (lahir tahun 2011-2025) banyak terlibat dalam aktivitas pasif. Hal ini karena mereka begitu terhubung dengan alat teknologi canggih berupa gawai sehingga minum aktivitas di luar ruangan.
Banyak penelitian menunjukkan, anak-anak di generasi tersebut di atas lebih memungkinkan mengalami kecemasan, depresi, perasaan tidak berdaya, dan gelisah. Salah satunya karena minimnya aktivitas bermain aktif yang dilakukan anak-anak.
Psikolog anak dan remaja yang dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia,Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, M.Psi, menyebutkan anak usia 9-10 tahun yang kondisi tubuhnya fit dengan sering melakukan aktivitas fisik secara rutin, mampu mengerjakan tes atau ulangan lebih baik. "Dan orang yang melakukan latihan fisik secara rutin akan lebih mudah masuk ke perguruan tinggi," ungkapnya melalui keterangan tertulis Rabu (1/3).
Kemampuan yang baik dalam bidang akademik itu kata Vera berhubungan dengan kecepatan reaksi atau merespon sesuatu misalnya menjawab pertanyaan guru di kelas. Dari anak-anak yang melakukan latihan fisik rutin lebih cepat dari anak-anak yang tidak melakukan latihan fisik secara rutin.
"Beraktivitas fisik minimal 30 menit mengeluarkan hormon baik yang membuat anak relaks sehingga membantu menurunkan stres juga meningkatkan pertumbuhan otak (hippocampus) & daya konsentrasi," kata dia.
Agar anak rajin melakukan aktivitas fisik, Vera menawarkan beberapa kiat diantaranya jadwalkan aktivitas fisik 3x sehari seminggu selama 15 menit. Jadwalkan kunjungan rutin ke alam, perkenalkan anak pada permainan tradisional. "Selain itu orang tua sebaiknya tidak terlalu banyak melarang, dan orang tua harus paham bahwa berkeringat itu baik," kata dia.
Merangsang Hormon Bahagia
Menurut Psikolog Anak dan Keluarga sekaligus Praktisi Play Therapy Irma Gustiana, semua peralatan mahal dan mainan pabrikan tidak dapat menggantikan pengalaman keterlibatan langsung dengan alam (sensory processing). Kilau sinar matahari melalui dedaunan atau air, suara dan gerakan tumbuhan dan pohon yang tertiup angin, tampilan dan nuansa sarang laba-laba, pemandangan kupu-kupu, semut atau serangga lainnya memberi pengalaman yang sangat berharga.
"Anak dapat merasakan lumpur, tumpukan pasir, perasaan dan sensasi yang terlibat dalam bermain dengan air atau tanah, atau bermain di luar ruangan dan beraktivitas fisik menstimulasi hormon bahagia seperti dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorphin," katanya.
Menurut berbagai penelitian, berkeringat normal akan berdampak positif pada tumbuh kembang anak secara fisik dan mental. Di antaranya mengeliminasi paparan BPA yang memiliki efek otak dan perilaku serta peningkatan tekanan darah menurut laporan Mayo Clinic.
Berkeringat adalah metode alami tubuh untuk menghilangkan kadar logam berat dalam tubuh menurut laporan Studi di Tiongkok (2016). Selain itu juga membantu mengeluarkan bakteri dari dalam tubuh menurut penelitian pada 2015 dan meminimalisasi kecemasan dan depresi menurut laporan American Psychiatric Association.
Kampanye Aktivitas Fisik
Untuk mendorong agar anak-anak melakukan kegiatan fisik dengan bergerak dan beraktivitas, terutama setelah terkurung pandemi tanpa khawatir lagi soal pakaian yang basah akibat bau dan keringat SoKlin Softener melakukan kampanye Berkeringat Itu Asik!. Masyarakat tidak perlu khawatir lagi soal pakaian yang basah akibat bau dan keringat.
"Kami mengadakan roadshow ke puluhan sekolah dan komunitas yang ada di Jakarta dan Bandung untuk mengedukasi para orang tua dan anak untuk mau berkeringat dan beraktivitas di luar ruangan. Ternyata banyak sekali manfaatnya! Kami mengajak narasumber pakar seperti dokter dan psikolog untuk turut mengedukasi orang tua akan pentingnya berkeringat,"ungkap Brand Manager SoKlin Softener Wings Group Indonesia Andrico Immanuel.
Ia menuturkan, SoKlin Softener Complete Care merupakan pelembut pakaian yang memiliki Formula anti bau yang melindungi selama 24 jam. Teknologi fast dry membuat keringat di pakaian lebih cepat kering saat dipakai dan saat dijemur, pakaian tetap terjaga kelembutan & wanginya sehingga akan tetap nyaman dan lembut.
Berita Terkait:
-
Bundesliga Jerman: Bayern Tahan Imbang Leverkusen 1-1 Meski Bermain dengan Sembilan Orang
-
Tribune Selatan GBLA Ditutup Saat Laga Persib vs Persita, Ini Alasannya
-
Harga Emas di Pegadaian Rabu (18/2) Pagi, UBS dan Galeri24 Turun
-
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ditahan KPK
-
Harga Emas Antam Selasa (17/2) Pagi Ini Kini di Angka Rp2,918 Juta/Gr
-
Lapas Kediri Libatkan WBP Adakan Pekan Olahraga untuk Peringati HUT Ke-80 RI
-
Schneider Electric Dukung RS Telogorejo Jadi Smart Hospital melalui Penerapan Teknologi EcoStruxure Building Operation
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.