Reformasi Ekonomi Bisa Pacu Pertumbuhan di Atas 5 Persen
Selasa, 21 Feb 2023, 08:01 WIBJAKARTA - Reformasi ekonomi diperlukan untuk menggenjot pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia di atas 5 persen. Pemerintah perlu menggali sumber baru pertumbuhan ekonomi, mengingat tiga mesin utama penggerak perekonomian nasional, yakni konsumsi donestik, investasi, dan ekspor melemah.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat pada 2022, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun-tahun berikutnya sedikit di bawah 5 persen. Terlebih lagi, dalam beberapa tahun belakangan ini, pertumbuhan ekonomi nasional kian melambat.
"(Melihat) tren pertumbuhan ekonomi dari 2011 sampai 2022, ada kecenderungan tren yang menurun," ucap Peneliti Senior Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Haryo Aswicahyono, dalam CSIS Media Briefing yang dipantau secara virtual, Jakarta, Senin (20/2).
Lebih lanjut, dikatakan ada pelemahan terhadap tiga sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.
Berdasarkan data, tren konsumsi rumah tangga turun dari 5,49 persen pada 2012, 5,04 persen pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19, dan turun kembali menjadi 4,93 persen pada 2022.
"Kita masih recovery, belum mencapai puncaknya, karena misalnya di agrikultur masih banyak pengangguran," ungkapnya.
Penurunan yang cukup tajam terjadi pula dalam investasi dari 9 persen pada 2012, 4,45 persen persen pada 2019 atau sebelum pandemi, dan menurun kembali menjadi 4,39 persen pada 2022.
Haryo menganggap penurunan investasi cukup mengkhawatirkan mengingat adanya penurunan perekonomian dalam jangka panjang terhadap sumber-sumber pertumbuhan yang utama.
Adapun pertumbuhan ekspor sebenarnya membaik dari 2012 ke 2021, tetapi sedikit melemah pada 2022.
Untuk pertumbuhan leading sector (yang paling besar kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto/PDB), yakni industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian, juga menunjukkan tren kurang baik. Misalnya, terjadi perubahan struktural atau realokasi dari sektor pertanian yang terlihat sangat melemah yang berpindah terutama ke sektor jasa dan manufaktur.
"Sektor pertanian produktivitasnya rendah dan pindahnya ke sektor jasa yang juga rendah produktivitasnya. Manufaktur menurun, tapi jasa hampir selalu di atas manufaktur yang artinya perubahan strukturnya tidak mendukung peningkatan produktivitas. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana manufaktur tumbuh pesat di era sebelum krisis pandemi," kata Haryo.
Target Pemerintah
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,3-5,7 persen pada 2024.
"Indikasinya pada 2024, proyeksi pertumbuhan ekonomi di 5,3-5,7 persen," kata Airlangga setelah rapat terbatas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Tahun 2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menurut Airlangga, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah akan meningkatkan antisipasi dan resiliensi ekonomi domestik dari tekanan ekonomi global.
Upaya meningkatkan ketahanan dan resiliensi ekonomi, ujar dia, di antaranya dengan menerapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait Cipta Kerja, UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, melanjutkan hilirisasi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
"Bapak Presiden beri arahan khusus untuk fiskal sektor otomotif untuk mendorong industri mobil listrik," ujarnya.
Presiden, kata Airlangga, menginginkan agar industri kendaraan listrik Indonesia dapat bersaing dengan Thailand dan negara tetangga lainnya. Maka dari itu, Indonesia akan mengembangkan hilirisasi bahan mentah nikel agar menjadi komoditas alam yang memiliki nilai tambah dalam industri kendaraan listrik.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Tundukkan Atletico dalam Laga Derby, Barcelona Menang Tipis atas Rayo
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
RSUD Yowari Disorot, Wamendagri dan Wamenkes Komit Perbaiki Layanan Kesehatan Papua
-
Tanggung bagi Pegula, Siap Habis-habisan untuk Raih Juara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.