Kecerdasan Buatan Timbulkan ‘Risiko Serius’ bagi HAM

Senin, 20 Feb 2023, 02:25 WIB

NEW YORK CITY - Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker Turk, pada Sabtu (18/2) memperingatkan bahwa kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru-baru ini telah menimbulkan ancaman besar terhadap HAM. Untuk itu, PBB menyerukan diberikannya perlindungan untuk mencegah pelanggaran.

Minggu ini lebih dari 60 negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, menyerukan dibuatnya aturan terkait kecerdasan buatan dalam pertahanan untuk memastikan hal tersebut "tidak merusak keamanan, stabilitas, dan akuntabilitas internasional".

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dilansir oleh Voice of America, ada kekhawatiran yang meningkat atas hal-hal seperti drone yang dipandu kecerdasan buatan, 'slaughterbots' yang dapat membunuh tanpa campur tangan manusia. Kecerdasan buatan juga dapat meningkatkan konflik militer.

"Saya sangat terganggu oleh potensi bahaya dari kemajuan baru-baru ini dalam kecerdasan buatan," kata Volker Turk.

"Lembaga manusia, martabat manusia, dan semua HAM berada dalam risiko serius. Ini adalah seruan mendesak bagi lembaga bisnis dan pemerintah untuk mengembangkan pagar pembatas yang efektif dengan cepat yang sangat dibutuhkan," katanya.

Menurutnya, kecerdasan buatan telah memasuki kehidupan sehari-hari, merevolusi pencarian internet, mengubah cara memantau kesehatan, dan menghadirkan inovasi baru seperti aplikasi yang mampu menghasilkan semua jenis konten tertulis dalam hitungan detik berdasarkan permintaan sederhana.

Kritikus telah mengangkat masalah seperti pelanggaran privasi dan algoritme yang bias. "Kami akan mengikuti ini dengan cermat, memberikan keahlian khusus kami dan memastikan bahwa dimensi HAM tetap menjadi inti dari bagaimana hal ini berlanjut," kata Turk. SB/VoA/and

Redaktur: andes

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.