Militer India Berbenah Diri dan Berambisi Beli Pesawat Mahal

Minggu, 19 Feb 2023, 09:58 WIB

India sedang mencari pesawat militer yang mempunyai nilai sebesar miliaran dolar.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Hal itu bertujuan untuk menyelesaikan kesepakatan pesawat jet untuk memenuhi permintaan sipil dan menekan produsen pesawat global untuk memproduksi lebih banyak secara lokal di pameran udara besar minggu ini.

Diapit oleh saingan bersenjata nuklir Tiongkok dan Pakistan, India memiliki angkatan udara terbesar keempat di dunia tetapi sebagian besar armada era Soviet sangat membutuhkan modernisasi.

Ia juga menginginkan pesawat untuk kapal induk untuk menyeimbangkan kekuatan Tiongkok yang tumbuh di Samudera Hindia.

Saat negara tersebut bersiap menjadi tuan rumah acara Aero India di Bengaluru mulai Senin, maskapai penerbangannya berkembang, dengan Air India diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan rekor potensial untuk membeli hampir 500 jet dari Airbus SE (AIR.PA) dan Boeing Co (BA.N), bernilai lebih dari $100 miliar pada daftar harga.

IndiGo, maskapai penerbangan terbesar di negara itu dan klien Airbus teratas, bisa menjadi yang berikutnya, dengan konsultan penerbangan CAPA India memperkirakan akan membuat pesanan blockbuster dengan skala yang sama dengan Air India.

Operator India dapat membeli 1.500 hingga 1.700 pesawat di tahun-tahun mendatang, kata CAPA, termasuk Air India dan IndiGo.

Perdana Menteri Narendra Modi akan membuka pertunjukan udara, yang berlangsung hingga Jumat. Ini akan didominasi militer tetapi juga menampilkan upaya India untuk mengakomodasi ledakan perjalanan domestik dan membangun kembali mereknya di luar negeri.

Selanjutnya Perdana Menteri Narendra Modi juga dikabarkan telah menjadikan "Made-in-India" sebagai inti dari kebijakan ekonominya, bersikeras bahwa pabrikan seperti Lockheed Martin Corp (LMT.N), Boeing dan Airbus berbagi teknologi atau membuat lebih dari sekadar suku cadang di negara tersebut.

Dorongan pemerintahnya untuk memperluas ekonomi terbesar kelima di dunia menjadi $5 triliun pada tahun 2026 dari $3,2 triliun pada tahun 2021 dapat berarti lebih banyak kesepakatan pasokan industri.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Mafani Fidesya

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.