RSUP M Djamil Padang Perkuat Pengendalian Infeksi dan Atasi Resistensi Antimikroba.

Minggu, 04 Okt 2026, 04:30 WIB

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sebagai rumah sakit rujukan memperkuat pengendalian infeksi dan penanggulangan resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR).

"Resistansi antimikroba kini menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan, terutama bagi rumah sakit," kata Direktur RSUP M Djamil Padang Dovy Djanas, di Padang, Sabtu.

Ket. Foto: Simposium dan penandatanganan kerja sama untuk pengendalian infeksi dan antimikroba di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sabtu (3/10). — Sumber: Antara Foto

Hal itu disampaikan Dovy usai membuka simposium pengendalian infeksi dan antimikroba di rumah sakit, sekaligus penandatanganan kerja sama pengendalian infeksi dan antimikroba dengan rumah sakit jejaring.

Ia mengatakan, dalam melakukan penanganan AMR, khususnya di Sumbar, perlu pendekatan berbasis jejaring rumah sakit dan kesehatan masyarakat.

"RSUP Djamil yang merupakan rumah sakit milik pemerintah memiliki posisi penting karena merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumbar," ujarnya.

Pihaknya bertekad mengatasi masalah AMR lewat program dengan konsep “AMR Sumbar Network" yang juga membutuhkan dukungan dari Dinas Kesehatan Sumbar.

Dalam program tersebut RS M Djamil memproyeksikan diri selaku sentra AMR, lalu melakukan kolaborasi dengan rumah sakit jejaring yang ada di seluruh Sumbar.

Rumah sakit jejaring secara bertahap perlu mempunyai Tim PRA/PGA aktif, tim PPI aktif, data kultur dan AST, antibiogram rumah sakit, data penggunaan antibiotik, panduan antibiotik berbasis data lokal, audit penggunaan antibiotik, dan pelaporan serta pembelajaran bersama.

Melalui program itu RS M Djamil ingin menjadi pusat keunggulan dalam pengendalian AMR di Sumatera Barat.

"Pengendalian itu dilakukan dengan menguatkan surveilans, laboratorium, antimicrobial stewardship, infection prevention and control, serta pengampuan rumah sakit jejaring," katanya.

Dovy mengatakan proyeksi yang dibangun tersebut untuk mewujudkan komitmen bersama dalam menguatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pencegahan dan pengendalian infeksi serta penanggulangan AMR.

Menurut dia, AMR adalah masalah sistem kesehatan, sehingga RSUP M Djamil bersama Dinas Kesehatan Sumbar perlu membangun jejaring yang mampu mengubah data menjadi tindakan, tindakan menjadi perbaikan, dan perbaikan menjadi budaya penggunaan antimikroba yang bijak.

Kegiatan simposium itu dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya selaku pembicara kunci pengendalian infeksi dan antimikroba.

Selain itu, juga dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Bayu Teja Muliawan selaku narasumber simposium, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dan lainnya.

  • RSUP M Djamil Padang

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.