Kemenag Kembali Usulkan Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji Rp90 Juta
Kamis, 16 Feb 2023, 01:37 WIBJAKARTA - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, menyampaikan usulan Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2023 sebesar 90.050.637,26 rupiah. Angka tersebut merupakan hasil terbaru dari berbagai layanan seperti konsumsi, penginapan, dan transportasi.
"Untuk tahun ini maka biaya BPIH yang dirumuskan oleh pemerintah adalah 90.050.637,26 rupiah," ujar Hilman, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI, dengan Panitia Kerja BPIH, di Jakarta, Rabu (15/2).
Dia menambahkan, untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibebankan ke jamaah sebesar 49.812.700,26 juta rupiah atau 55,3 persen dari total BPIH. Nilai manfaat yang akan digunakan adalah 40.237.937 rupiah atau 44,7 persen. "Untuk Bipihnya kami melihat kalau jamaah melunasi Bipih untuk tahun ini sebesar 49.812.700,26 atau 55,3 persen," jelasnya.
Sebelumnya, pada Januari 2023, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, BPIH tahun 2023 sebanyak 98.893.909,11 rupiah. Adapun Bipih yang harus dilunsasi jamaah sebesar 69 juta rupiah.
Perincian Biaya
Hilman mengungkapkan, beberapa penentu munculnya jumlah biaya BPIH seperti konsumsi jamaah akan tambahan makan sebanyak empat kali dengan biaya 17,50 rial per jamaah. Adapun sebelumnya jemaah mendapatkan porsi makan 40 kali di Mekah dan 18 kali di Madinah.
Dia mengatakan, pertimbangan sebelumnya tidak diberikan tambahan makan bukan karena ketersediaan makanan. Menurutnya, masalahnya ada pada kemampuan pendistribusian dari pihak catering yang bermitra.
"Pertimbangan bila tidak diberikan pada H-3 dan H+2 itu seluruhnya selama 5 hari tidak ada makan, maka kemungkinan akan sulit bagi 203 ribu jamaah mencari," katanya.
Untuk akomodasi, harganya sebesar 4.230 rial untuk masa tinggal di Mekah per jamaah. Jumlah tersebut termasuk hitungan-hitungan yang ada dan menjaga kualitas yang ada pada jemaah. "Sama seperti sebelumnya bahwa delegasi haji dari seluruh dunia sedang berlomba mendapatkan layanan penginapan atau akomodasi di Saudi Arabia dan khususnya Mekah dan Madinah," terangnya.
Hilman menambahkan, biaya asuransi yang ditetapkan mengalami penurunan. Saat ini biayanya 28,75 rial, turun dari 140 rial pada tahun 2022. "Kami cari beberapa data terbaru agar penyusunan BPIH tetap akurat, termasuk asuransi," tandasnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.