- Home
-
- Luar Negeri
-
- Turki Selidiki 131 Orang D...
Turki Selidiki 131 Orang Dibalik Runtuhnya Bangunan Selama Gempa
Rabu, 15 Feb 2023, 11:20 WIBPihak berwenang Turki menargetkan kontraktor yang diduga terkait atau bertanggung jawab atas bangunan yang runtuh dalam gempa yang menewaskan lebih dari 35.000 orang di Turki.
Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, mengatakan 131 orang sedang diselidiki atas dugaan tanggung jawab mereka dalam pembangunan gedung yang gagal menahan guncangan gempa.
Terlepas dari kekuatan gempa yang mencapai 7,8 Skala Richter (SR) yang kemudian disusul dengan banyak gempa susulan dengan yang terkuat mencapai 7,5 SR, banyak orang di Turki menyalahkan konstruksi bangunan yang salah sehingga memperparah kehancuran di negara itu.
Berbicara di Ankara setelah rapat Kabinet selama lima jam yang diadakan di markas besar badan bencana AFAD, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan 47.000 bangunan, yang berisi 211.000 tempat tinggal, telah hancur atau rusak parah sehingga perlu dibongkar.Sebagai informasi, Erdogan mengumumkan gempa yang terjadi pada Senin (6/2) itu telah menewaskan lebih dari 35.000 orang di Turki. Sementara di Suriah, hampir 3.700 kematian telah dikonfirmasi. Alhasil, jumlah korban gempa yang mengguncang kedua negara secara keseluruhan mencapai lebih dari 39.000.
Melansir The Associated Press, aturan konstruksi Turki mengharuskan bangunan dibangun dengan memenuhi standar rekayasa gempa. Sayangnya, aturan itu jarang ditegakkan dan menyebabkan ribuan bangunan roboh atau runtuh menimpa orang-orang di dalamnya.
Di antara mereka yang menghadapi pengawasan adalah dua orang yang ditangkap di provinsi Gaziantep karena dicurigai telah berupaya membuat ruang tambahan di sebuah bangunan yang runtuh akibat gempa.
Semenatara, Kementerian Kehakiman mengatakan tiga orang semuanya ditahan sambil menunggu persidangan, tujuh ditahan dan tujuh lainnya dilarang meninggalkan Turki.
Pihak berwenang di Bandara Istanbul pada Minggu (12/2) menahan dua kontraktor yang dianggap bertanggung jawab atas kehancuran beberapa bangunan yang dibangunnya di Kota Adiyaman. Pasangan itu dilaporkan sedang dalam perjalanan ke Georgia.
Kantor berita swasta DHA dan media lainnya menuturkan Yavuz Karakus ditangkap di Bandara Istanbul ketika mencoba meninggalkan negara itu.
"Hati nurani saya bersih. Saya membangun 44 bangunan. Empat di antaranya dihancurkan. Saya melakukan segalanya sesuai aturan," ujar Karakus kepada DHA.
Sebelumnya, seorang kontraktor juga ditahan pada Jumat (10/2) di bandara Istanbul sebelum meninggalkan negara itu. Dia membangun gedung mewah 12 lantai bernama Ronesans Rezidans di Antakya, yang menewaskan banyak orang ketika runtuh pada senin (6/2).
Dalam kesaksian yang dibocorkan oleh outlet berita Anadolu Agency, pria itu mengatakan bangunan yang dibangunnya telah mengikuti peraturan dan dia tidak tahu mengapa bangunan itu hancur akibat guncangan gempa.
Kementerian Kehakiman Turki sendiri telah mengumumkan pembentukan biro Investigasi Kejahatan Gempa Bumi untuk mengidentifikasi kontraktor dan orang lain yang bertanggung jawab atas pekerjaan pembangunan.
Biro investigasi itu ditugaskan untuk mengumpulkan bukti; menginstruksikan para ahli termasuk arsitek, ahli geologi dan insinyur; dan memeriksa izin bangunan dan izin kerja.
Di bawah program yang memungkinkan pemilik bangunan untuk membayar denda alih-alih menghadapi hukuman, badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk penegakan hukum mengakui bahwa pada tahun 2019 ditemukan lebih dari setengah dari semua bangunan di Turki atau sekitar 13 juta apartemen tidak sesuai aturan.
Menurut The Associated Press, penahanan para kontraktor dapat membantu mengarahkan kemarahan publik terhadap para pembangun dan kontraktor, alih-alih menyalahkan pejabat lokal dan negara bagian yang membiarkan konstruksi itu dibangun di bawah standar.
Organisasi bisnis non-pemerintah TURKONFED memperkirakan kerusakan akibat gempa mencapai USD 84,1 miliar, termasuk USD 70,1 miliar untuk perumahan dan USD 10,4 miliar untuk produk domestik bruto (PDB).
Jumlah korban tewas di kedua negara dipastikan akan meningkat karena tim pencari berhasil menemukan lebih banyak mayat dengan kesempatan untuk menemukan korban selamat telah ditutup.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Aturan Baru Komdigi: Akun YouTube hingga TikTok Pengguna di Bawah 16 Tahun Bakal Ditutup
-
Dinkes Pasaman Barat Sidak Parsel dan Takjil, Cek Ketat Tanggal Kedaluwarsa
-
Turki Kembangkan Meriam Howitzer Dengan Penggerak SUV
-
Terkena Puing Rudal Iran: Suriah Tutup Rapat Wilayah Udaranya
-
Harga Minyak Global Tembus $115 per Barel, Saham Asia Anjlok Seiring Eskalasi Konflik Timur Tengah
-
ITS Luncurkan RoboDog dengan Kendali Jarak Jauh
-
Siapkan Hunian bagi Prajurit AL, Kementerian PKP Bangun Rusun di Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.