Hebat! RI Berpeluang Tumbuh Lebih Baik Pada Akhir Pelaksanaan RPJMN 2023

Minggu, 12 Feb 2023, 13:16 WIB

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan Indonesia berpeluang tumbuh lebih baik pada akhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2022-2023 dan sinyal stabilitas terlihat di tengah agenda politik 2024.

"Tema Rencana Kerja Pemerintah tahun 2024 adalah mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanyasaat menghadiri rapat koordinasi antarmenteri tentang Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal.

Dalam akun instagram @suharsomonoarfa, Jakarta, Minggu (12/2), ia mengatakan mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan artinya pertumbuhan ekonomi harus lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu mempercepat penurunan kemiskinan terutama kemiskinan ekstrim dan ketimpangan, serta penurunan emisi gas rumah kaca.

Beberapa alasan Indonesia berpeluang tumbuh lebih baik antara lain semangat percepatan transformasi ekonomi, kepastian penyelesaian target jangka menengah, serta kepastian hukum dan regulasi.

Ket. Foto: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa berbicara dalam diskusi The future is now: Collaborative action to achieve Indonesia Vision 2045 yang dipantau virtual di Jakarta, Kamis (9/2/2023). — Sumber: Istimewa

Pemerintah memiliki target kondisi yang diharapkan, antara lain terjaganya iklim investasi yang kondusif, daya beli masyarakat terjaga, dan peningkatan produktivitas maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 ditargetkan di kisaran 5,3-5,7 persen, tingkat kemiskinan ditargetkan berada di kisaran 6,5-7,5 persen, tingkat pengangguran di kisaran 5,0-5,7 persen, nilai tukar nelayan di kisaran 107-110, rasio gini di kisaran 0,374-0,377," ungkapnya.

Indeks pembangunan manusia ditargetkan sebesar 75,54, lalu penurunan emisi gas rumah kaca 27,27 persen, serta nilai tukar petani di kisaran 105-108.

Menurut Suharso, Indonesia harus keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah sebelum 2045 mengingat Tanah Air telah terjebak dalammiddle income trap(MIT) selama 30 tahun.

"(Untuk mencapai tujuan itu), bonus demografi akan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi 6 persen untuk keluar dari MITpada 2040," kata Menteri PPN.

Redaktur: Kris Kaban

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.