KKB Papua Menyandera Pilot Asal Selandia Baru
Rabu, 08 Feb 2023, 17:24 WIBJAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua baru-baru ini dilaporkan telah menyandera Mehrtens, seorang pilot dari Selandia Baru yang pesawatnya diserang setelah mendarat di wilayah pegunungan terpencil, Nduga.
Dikutip dariBritish Broadcasting Corporation (BBC) Indonesia, para penculik yang menyebut kelompoknya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengklaim pria berusia 37 tahun itu dalam keadaan "aman".
Tetapi mereka mengatakan, tidak akan membebaskan Mehrtens sampai kemerdekaan Papua Barat diakui.
"Lima penumpang yang juga ada di dalam peaawat, termasuk seorang anak, telah dibebaskan karena mereka orang asli Papua," kata juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, kepada BBC Indonesia.
Aparat keamanan mengatakan, mereka sedang mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan. Namun polisi mengakui mengalami kendala secara logistik karena daerah terpencil tersebut hanya bisa dijangkau melalui jalur udara.
Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Chris Hipkins, mengatakan kedutaan negara itu di Jakarta sedang "mengerjakan kasus ini". Kementerian luar negeri sebelumnya mengatakan "sangat menyadari" situasi tersebut.
Pesawat penumpang milik Susi Air itu sebelumnya berangkat dari bandara Mozes Kilangin di Papua Tengah pada Selasa (7/2) pagi, dan akan kembali beberapa jam kemudian setelah menurunkan penumpang di Nduga.
Seorang juru bicara TPNPB mengatakan, kepada BBC Indonesia bahwa Mehrtens telah dipindahkan ke distrik kubu kelompok di daerah terpencil, dan dia akan digunakan sebagai "pengungkit" dalam negosiasi politik.
"Pilotnya selamat. Itu tanggung jawab kami. Kami menyandera dia di daerah terpencil," kata Samborn.
Namun dia menambahkan, kelompok itu akan menahan Mehrtens sampai negara-negara "seperti Selandia Baru dan Australia" mengambil tanggung jawab atas peran mereka dalam konflik sejarah dan kekerasan yang sedang berlangsung di Papua.
KKB Papua yang ingin merdeka dari Indonesia sebelumnya telah mengeluarkan ancaman bahkan menyerang pesawat yang diyakini membawa personel dan perbekalan ke Jakarta.
Wilayah yang kaya sumber daya alam ini terjebak dalam pemberontakan sejak berada di bawah kendali Indonesia dalam pemungutan suara yang diawasi PBB pada tahun 1969.
Konflik antara penduduk asli Papua dan pihak berwenang Indonesia telah umum terjadi sejak itu, dengan serangan yang lebih sering dilakukan oleh pejuang pro-kemerdekaan sejak 2018.
Wilayah tersebut merupakan bekas jajahan Belanda yang terbagi menjadi dua provinsi, Papua dan Papua Barat. Itu terpisah dari Papua Nugini, yang diberi kemerdekaan oleh Australia pada tahun 1975.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
OJK Siap Rilis ETF Emas Akhir April 2026, Investasi Emas Makin Praktis
-
Saat Kritis Kurang Tenang, Adnan/Indah Gugur
-
Ada Tambahan Penghasilan untuk PPPK Kota Tangerang, Tinggal Tunggu Kemendagri
-
Tak Mau Tertinggal, Sulteng Serius Dorong Transisi Energi Hijau
-
Usai Terdampak Banjir dan Longsor, Aktivitas Ekonomi di Pasar Pandan Tapanuli Tengah Mulai Normal
-
Sisa Tubuh Manusia Ditemukan dalam Pencarian 'Backpacker' Belgia yang Hilang di Hutan Belantara Tasmania
-
KBRI Teheran Minta WNI di Iran Waspadai Serangan AS-Israel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.