Tanpa Kenaikan HPP, Serapan Beras Tak Maksimal
Sabtu, 04 Feb 2023, 10:20 WIBJAKARTA - Petani mengapresiasi komitmen Perum Bulog memaksimalkan serapan produksi lokal untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 2,4 juta ton tahun ini.
Meski demikian, produsen pangan tetap saja pesimistis dengan target ambisius itu. Pasalnya, tanpa menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP), petani bakal enggan menjual beras ataupun gabahnya ke Bulog.
Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi berpandangan langkah Bulog meningkatkan serapan selama panen raya tak akan efektif tanpa menaikkan HPP. Kalau harga pembelian pemerintah (HPP) tidak dinaikkan, Bulog akan kesulitan menyerap gabah petani.
"Hitungan kami (SPI), setidaknya diharga 5.600 rupiah per kilo gram untuk gabah kering panen (GKP)," ungkap pria yang disapa Qomar itu kepada Koran Jakarta, Jumat (3/2)
Angka itu, terangnya, sudah mempertimbangkan sejumlah variabel seperti kenaikan biaya produksi, tren kenaikan harga dan dampak cuaca ekstrim el nino pada akhir tahun.
Dirinya mengaku petani sudah berapa kali mendesak kenaikan HPP, namun tak kunjung dikabulkan.
"Tahun lalu, malah lebih parah pas panen raya harga sempat jatuh sampai 3.000-an per kilo gram padahal HPP 4.200, tetapi dari Bulog juga kurang optimal penyerapannya," tandas Qomar.
Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan Bulog harus menyerap produksi petani.
"Pengalaman tahun lalu terutama, jadi aneh kita memutuskan impor ketika produksi mengalami kenaikan, karena Bulog punya cadangan di gudang karena serapan rendah," ungkapnya.
Dia tegaskan musim panen raya besok harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan melakukan penyerapan yang cukup sesuai target.
Untuk itu, perlu berhitung dengan cermat tidak hanya target per wilayah besaran serapannya. Namun juga penguatan anggaran untuk Bulog.
Namun, Said sepakat dengan Qomar menyoal HPP yang terlampau rendah. "Satu yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah ialah membuat perubahan harga pembelian pemerintah (HPP). Ini basis untuk meningkatkan serapan," tegasnya.
Hal ini, lanjut Said, bisa diiringi pengawasan terhadap praktik curang para pihak pemilik modal besar, belajar dari tahun lalu sebagian besar gabah ada di gudang pengusaha.
Beras Lokal
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (2/2), mengatakan akan tetap mengutamakan produk dari dalam negeri untuk memenuhi target CBP tahun ini.
"Menurut prediksi BPS dan Kementerian Pertanian (Kementan), mulai pertengahan Februari sudah mulai ada panen di beberapa wilayah, sedangkan panen raya itu mulainya Maret," kata Buwas.
Penyerapan beras lokal, lanjutnya, baru akan dilakukan pada April hingga Juni karena hasil panen raya pada Maret didahulukan untuk kepentingan penggilingan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pemkab Temanggung Siapkan Anggaran Rp481 Juta untuk Gelaran Pilkades di 14 Desa
-
Rumah Kontraktor di Bengkulu Digeledah KPK, Tiga Koper Dokumen Dibawa Penyidik.
-
Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali
-
Dukung Petani Lokal, Sri Lanka Kembangkan 'Drone' Pertanian
-
Polda Jatim Dalami Motif Pelempar Bom Molotov ke Pos Lantas
-
Tes Genetik WTA Dimulai, Pegula Ungkap Proses Berlangsung di Cincinnati
-
LAKON Indonesia Rilis Koleksi HARSA, Rayakan Keindahan Karya Tangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.