- Home
-
- Luar Negeri
-
- Amerika Serikat Alokasikan...
Amerika Serikat Alokasikan 118 Juta Dolar untuk Proyek 'Biofuel'
Jumat, 27 Jan 2023, 07:59 WIBNEW YORK - Departemen Energi AS (DoE) pada Kamis (26/1) akan mengumumkan pendanaan lebih dari 100 juta dolar AS untuk memperluas produksi biofuel atau bahan bakar nabati AS, karena pemerintahan Biden bekerja untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari transportasi dan memenuhi sasaran iklim, kata departemen tersebut.
DoE berencana untuk memberikan 118 juta dolar AS kepada 17 proyek yang dirancang untuk mempercepat produksi biofuel, yang dapat dibuat dari biomassa termasuk limbah pertanian, minyak kedelai, dan lemak hewani. Dana tersebut menambah lebih dari 500 juta dolar AS yang telah dimasukkan DoE ke dalam penelitian dan pengembangan bioenergi dan biorefinery selama dua tahun terakhir, kata departemen tersebut.
Presiden Joe Biden telah menjadikan prinsip utama dalam masa jabatannya untuk mengatur Amerika Serikat di jalur yang tepat untuk mengurangi emisi karbon dalam perang melawan perubahan iklim. Biden telah menetapkan tujuan emisi nol bersih pada tahun 2050.
Pendanaan DoE mencakup penghargaan kepada universitas dan perusahaan swasta mulai dari 500.000 dolar AS hingga 80 juta dolar AS untuk berbagai proyek pra-percontohan, percontohan dan demonstrasi, kata departemen tersebut. Proyek-proyek tersebut diharapkan pada akhirnya menghasilkan jutaan galon bahan bakar rendah karbon setiap tahunnya.
"Investasi DoE membantu membangun rantai pasokan bioenergi domestik yang meningkatkan kemandirian energi Amerika, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat penerapan bahan bakar yang lebih bersih untuk kebutuhan transportasi kita," kata Menteri Energi AS Jennifer M. Granholm.
Proyek-proyek tersebut akan menciptakan lapangan kerja di sembilan negara bagian, tambah DoE.
Sekitar 16,8 miliar galon biofuel dikonsumsi di Amerika Serikat pada tahun 2021, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Itu sebanding dengan sekitar 134,83 miliar galon bensin motor yang dikonsumsi pada tahun yang sama.
Pemerintahan Biden mengatakan biofuel akan diperlukan untuk menurunkan emisi, termasuk dalam industri pesawat terbang dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan rendah karbon.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta pada Sabtu (01/8) Terburuk Ketiga di Dunia
-
Dramatis! Ibu Hamil Pecah Ketuban di Pulau Terpencil, Polairud Manggarai Barat Larikan ke RS
-
Tembus AS! Ekspor Kerapu Sulsel Capai Rp13,7 Miliar Hanya Dalam 6 Bulan
-
Hari Ini 60 Negara Mitra Amerika Dikenai Tarif Baru, Termasuk Tiongkok
-
Infantino Gelar Rapat Darurat di Maroko, Krisis Kepemimpinan FIFA Kian Memanas
-
Agen Properti Ini Pertahankan Top Brand Award Selama 15 Tahun Berturut-turut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.