Pemprov Jatim Antisipasi Penyebaran Penyakit Campak Rubela
Senin, 23 Jan 2023, 07:02 WIBSurabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengantisipasi penyebaran penyakit campak rubela, setelah terpantau peningkatan kasus di sejumlah daerah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu, mengatakan, saat ini terjadi peningkatan kasus penyakit campak rubela di Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Magetan.
"Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit campak. Mohon segera lengkapi vaksinasi campak rubela anak karena sedang terjadi peningkatan kasus di beberapa daerah wilayah Jawa Timur," kata dia.
Mantan Menteri Sosial itu meminta seluruh sektor meliputi jajaran dinas kesehatan hingga pelayanan rumah sakit bersiap diri demi mengantisipasi agar kasus campak pada anak bisa diantisipasi dengan penanganan yang terpadu sehingga penyebarannya tidak meluas.
Gubernur Khofifah mengungkapkan peningkatan kasus campak disebabkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi MR/MMR yang signifikan. Banyak anak tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap saat pandemi virus corona (COVID-19).
"Oleh karena itu, kepada orang tua harus memastikan buah hatinya sudah mendapatkan cakupan vaksinasi yang lengkap," ujar dia.
Gubernur Khofifah berpesan kepada masyarakat jika menemui gejala demam dan ruam/bintik kemerahan pada anak untuk segera dibawa ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Penyakit ini sangat mudah menular. Jika ditemukan 1 kasus maka bisa menularkan kepada 12-18 orang di sekitarnya. Namun campak sangat mudah dicegah dengan imunisasi. Mohon dipastikan semua anak mendapatkan 3 kali imunisasi campak, yaitu pada saat umur 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 Sekolah Dasar," ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Erwin Astha memastikan telah melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan kasus campak.
"Kami telah melakukan pendampingan kepada kabupaten/ kota terdampak mulai dari melakukan penyelidikan epidemiologi hingga memberikan rekomendasi pelaksanaan Outbreak Respons Immunization/ ORI atau pemberian tambahan imunisasi MR untuk melindungi kelompok masyarakat yang berisiko," kata Khofifah.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rantai Pasok Pangan Nasional Secara Struktural Sangat Rentan
-
Canggih! Teknologi Parkir Otomatis OMODA O7 Beda dari yang Lain, Bisa Pakai Remote!
-
Pertamina Hulu Rokan Resmi Buka Program Magang Angkatan 8, Pendaftaran Dibuka hingga 2 Desember 2025
-
82 Rumah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang Bondowoso, Warga Panik Berlarian
-
Gen Z dan Alpha Hati-hati! Gunakan "Self-diagnosis" Pakai AI, Kalian Paling Rentan Terhadap Bahayanya
-
Tiongkok Bantu Australia Memburu Pria Penyiram Kopi Mendidih pada Balita Sembilan Bulan
-
Jepang Emang Keren! Toilet Saja Bisa Cek Kesehatan, Bagaimana Caranya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.