UNICEF Ungkap Banyak Kelahiran Mati Terjadi di Negara Berpenghasilan Rendah

Sabtu, 21 Jan 2023, 10:09 WIB

Kelahiran mati atau stillbirths terjadi dengan frekuensi yang mengkhawatirkan di banyak negara. Meski beberapa kemajuan telah dicapai demi mengurangi tingkat kelahiran mati global, hasilnya tidak merata.

UNICEF melaporkan risiko lahir mati rata-rata tujuh kali lebih tinggi di negara berpenghasilan rendah, dengan 21 kematian per 1.000 total kelahiran. Angka ini amat jauh jika dibandingkan dengan jumlah kasus kelahiran mati di negara berpenghasilan tinggi yang hanya mencatat sekitar 3 kematian per 1.000 total kelahiran. Pada tahun 2021, sekitar setengah dari semua kelahiran mati terjadi di enam negara, yakni India, Pakistan, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, dan Bangladesh.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: Unsplash/Bonnie Kittle

Kesenjangan juga terjadi di dalam negara itu sendiri, di mana tingkat kelahiran mati atau stillbirths lebih tinggi di daerah pedesaan daripada di daerah perkotaan. Status sosial ekonomi juga dilaporkan terkait dengan insiden kelahiran mati yang lebih tinggi. UNICEF mencatat, etnis minoritas di negara berpenghasilan tinggi juga rentan akan kelahiran mati karena tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas.

Populasi Inuit di Kanada misalnya. Mereka dilaporkan memiliki tingkat kelahiran mati hampir tiga kali lebih tinggi daripada wilayah Kanada lainnya, dan wanita Amerika-Afrika di Amerika Serikat (AS) juga memiliki risiko lahir mati hampir dua kali lipat dibandingkan dengan wanita kulit putih di sana.

Kelahiran mati sendiri didefinisikan sebagai bayi yang lahir tanpa tanda-tanda kehidupan setelah ambang tertentu, biasanya terkait dengan usia kehamilan atau berat bayi.

Angka yang dilaporkan UNICEF sendiri merujuk pada kriteria kelahiran mati yang dirumuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana kelahiran mati didefinisikan sebagai kematian janin pada masa kehamilan akhir yang terjadi pada atau setelah usia kehamilan 28 minggu. Dengan begitu, jumlah kematian lahir itu tidak mencakup kematian janin yang terjadi pada usia kehamilan lebih awal. UNICEF pun menyebut banyak kasus di mana kelahiran mati tak dilaporkan sehingga jumlahnya mungkin lebih banyak.

Lebih tragisnya, mayoritas kematian lahir dapat dicegah melalui perawatan berkualitas selama kehamilan dan saat melahirkan. Melansir laman UNICEF, Penyebab kelahiran mati umumnya disebabkan oleh komplikasi selama persalinan, pendarahan sebelum melahirkan, infeksi, dan komplikasi kehamilan dengan hambatan pertumbuhan janin sebagai penyebab umum yang mendasari. Faktor yang berhubungan dengan ibu, seperti usia dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit ibu dan kelahiran mati sang bayi. Diperkirakan 10 persen kelahiran mati di seluruh dunia disebabkan oleh ragam penyakit tidak menular (PTM).

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.