Herdman Siapkan Timnas dengan Identitas Baru

Kamis, 28 Mei 2026, 06:38 WIB

JAKARTA - Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, mulai menanamkan fondasi besar untuk membentuk wajah baru skuad Garuda. Bukan sekadar soal daftar pemain atau strategi teknis, Herdman menilai persoalan utama Timnas Indonesia selama ini terletak pada pola pikir dan keberanian bermain. Baginya, Indonesia memiliki kualitas individu memadai, tetapi terlalu lama terjebak dalam sepak bola pasif yang membuat potensi tim tak berkembang maksimal.

Dalam pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta untuk persiapan FIFA Matchday dan Piala AFF 2026, Herdman secara terbuka mengkritik gaya bermain Indonesia yang dinilainya terlalu defensif. Ia melihat tim terlalu sering bertahan, menunggu transisi, lalu kembali bertahan tanpa keberanian mengambil kendali permainan.

Ket. Foto: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. — Sumber: Foto PSSI

“Gaya bermain tim terlalu pasif. Hanya bertahan, transisi, lalu bertahan lagi. Tidak ada penyerangan,” ujar Herdman usai sesi latihan, Selasa (26/5). Pelatih asal Inggris itu ingin mengubah paradigma tersebut lewat pendekatan yang lebih agresif dan kolektif. Herdman menolak ketergantungan berlebihan pada penyerang sebagai satu-satunya sumber gol. Menurutnya, sepak bola modern menuntut seluruh pemain terlibat dalam proses menyerang.

Dia menegaskan setiap pemain, apa pun posisinya, harus memiliki mentalitas mencetak gol dan keberanian masuk ke kotak penalti lawan. Filosofi itu menjadi inti revolusi permainan yang sedang dibangunnya di tubuh Skuad Garuda. “Indonesia membutuhkan mentalitas kolektif. Semua pemain harus merasa bisa mencetak gol,” kata Herdman.

Konsep tersebut juga akan mengubah fungsi lini belakang. Para bek tidak lagi hanya bertugas menghentikan serangan lawan, tetapi ikut membangun alur permainan sejak fase pertama. Herdman percaya pendekatan yang lebih dinamis akan membuat Indonesia lebih kompetitif saat menghadapi lawan-lawan kuat dalam waktu dekat.

Di tengah perubahan filosofi itu, Herdman memanggil 44 pemain untuk menjalani pemusatan latihan. Sejumlah nama senior seperti Thom Haye, Marc Klok, Jay Idzes, Kevin Diks, Emil Audero, dan Maarten Paes kembali mendapat tempat. Di sisi lain, Herdman mulai membuka ruang bagi generasi baru seperti Eksel Runtukahu, Rayhan Hannan, Rivaldo Pakpahan, hingga Fajar Fathur Rahman.

Herdman menegaskan pemilihan pemain tidak didasarkan pada usia, melainkan kualitas dan kesiapan bersaing di level internasional. Ia bahkan mencontohkan pengalamannya bersama Timnas Kanada saat membawa pemain berusia di atas 35 tahun tampil di Piala Dunia 2022. “Jika Anda cukup bagus, maka usia bukan masalah,” tegasnya.

Meski memberi kesempatan kepada pemain muda sebagai bagian dari proyek menuju Piala Dunia dan Piala Asia 2027, Herdman memastikan standar kualitas tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, hanya pemain terbaik yang layak mengenakan lambang negara.

Untuk agenda FIFA Matchday Juni, pemain diaspora Eropa akan diprioritaskan menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sementara itu,skuad Piala AFF akan lebih banyak diisi pemain domestik karena turnamen tersebut berada di luar kalender resmi FIFA.

Indonesia sendiri tergabung di Grup A Piala AFF 2026 bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Namun Herdman menolak terjebak dalam ambisi juara sejak awal. Ia memilih membangun mentalitas langkah demi langkah. “Fokus kami hanya pertandingan pertama melawan Kamboja. Setelah itu baru laga berikutnya,” ujar Herdman.

Pendekatan tersebut menunjukkan arah baru Timnas Indonesia di bawah kepemimpinannya. Bukan hanya membangun tim yang kuat secara teknis, tetapi juga skuad yang berani menyerang, percaya diri, dan memiliki identitas permainan yang jelas. ben/G-1

  • John Herdman

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.