TNI AL Siagakan Empat KRI Jaga Kedaulatan di Laut Natuna Utara
Senin, 16 Jan 2023, 14:33 WIBJakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya menyiagakan tiga hingga empat unit kapal perang RI (KRI) untuk menjaga kedaulatan di perairan Laut Natuna Utara.
Kesiagaan empat KRItersebut merupakan langkah preventif karena situasi di Laut Natuna Utara relatif aman dan tidak sepanas pemberitaan belakangan ini, kata Ali usai upacara Hari Dharma Samudera Tahun 2023 di Geladak Utama KRI Banda Aceh di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta, Senin.
"Unsur-unsur kami sebagai preventif dan kami sekarang berkoordinasi dengan unsur maritim lainnya, seperti Bakamla dan KKP. Jadi, kami tetap menjaga kedaulatan dan tetap menyiapkan minimal ada tiga atau empat KRI di Natuna," kata Ali saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin.
Ali mengakui memang ada kehadiran kapal-kapalcoast guard(penjaga pantai) milik Tiongkok di sekitar Laut Natuna Utara. Namun, kapal serupa maupun kapal perikanan milik Vietnam juga kerap terlihat berlalu lintas di perairan sekitar Laut Natuna Utara.
Menurut dia, hal itu wajar karena meskipun Laut Natuna Utara masuk dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, bukan berarti kapal dari negara lain dilarang melintas wilayah perairan tersebut.
"Di sana (ZEELaut Natuna Utara), kita hanya ada hak berdaulat. Jadi, untuk lalu lalang atau lalu lintas kapal itu diperbolehkan berdasarkan hukum laut internasional. Itu adafreedom of navigation," jelasnya.
Dia mengatakan TNI AL akan bertindak apabila menemui kapal-kapal asing yang melakukan aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi sumber laut di wilayah Indonesia.
"Itu yang dilarang. Itu harus seizin Pemerintah Indonesia. Kalau dia hanya lalu lintas, itu diperbolehkan," tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di wilayah perairan Laut Natuna Utara relatif aman dan tidak ada hal-hal yang dapat menimbulkan provokasi baru.
"Jadi, sampai sekarang tidak ada masalah dan tidak ada hal-hal yang menimbulkan provokasi-provokasi baru. Jadi, tetap aman," ujarnya.
Sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters, TNI AL telah mengerahkan kapal perang ke Laut Natuna Utara untuk memantau kapalcoast guardTiongkok yang berlayar di sekitar wilayah perairan tersebut pada Sabtu (14/1).
Data pelacakan kapal menunjukkan Kapal CCG 5901 berada di dekat ladang gas Blok Tuna dan ladang minyak dan gas Chim Sao Vietnam sejak 30 Desember 2022.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Asuransi Usaha Tani Padi Dinilai Jadi Opsi Lindungi Risiko Gagal Panen Petani
-
Libur Natal-Tahun Baru, TMII Targetkan 430 Ribu Pengunjung
-
Distribusi BBM Wilayah Tengah Aceh Berangsur Pulih
-
Dinkes Kota Batu Imbau Masyarakat Prioritaskan Kesehatan Saat Mudik
-
Aksi Bersih-bersih Sampah di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok
-
RKPD Parigi Moutong 2027 Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
-
Jelang Arus Balik Mudik, Kemenhub Minta Operator Pastikan Kelayakan Kendaraan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.