Sekjen NATO Himbau Anggota NATO Beri Senjata Lebih Banyak ke Ukraina

Minggu, 15 Jan 2023, 13:03 WIB

Sekretaris Jendral North Atlantic Treaty Organization atau NATO Jens Stoltenberg mengimbau para negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu untuk mengirimkan lebih banyak senjata.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Hal itu dilakukan bertujuan untuk membantu Ukraina dalam melawan invasi yang dilakukan oleh Rusia, menurut hasil wawancara yang disiarkan pada Jumat.

"Saya mengimbau anggota untuk berbuat lebih banyak. Adalah kepentingan keamanan kita semua untuk memastikan kemenangan Ukraina dan (Presiden Rusia Vladimir) Putin tidak menang," ucap Jens Stoltenberg kepada kantor berita Jerman DPA.

Menurut Sekretaris Jendral NATO Jens Stoltenberg, mungkin lebih penting bahwa Ukraina menerima cukup amunisi untuk sistem yang sudah ada karena kebutuhan negara itu akan amunisi dan suku cadang "sangat besar".

Pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidatonya kepada sekelompok pemimpin negara-negara Barat meminta berbagai macam senjata dan sistem pertahanan udara untuk membantu upaya melawan invasi Rusia.

Selain itu, Amerika Serikat pekan lalu mengumumkan bantuan tambahan hampir dua miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp31,39 triliun, termasuk Sistem Pertahanan Udara Patriot, yang bisa membantu memberikan perlindungan terhadap rudal pesawat, jelajah, dan balistik.

Jens Stoltenberg mengatakan kepada kantor berita Jerman yakni DPA bahwa dukungan militer untuk Ukraina adalah cara tercepat menuju perdamaian.

"Kami tahu bahwa sebagian besar perang berakhir di meja perundingan mungkin perang ini juga-- tetapi kami tahu bahwa apa yang dapat dicapai Ukraina dalam perundingan ini sangat bergantung pada situasi militer," katanya.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dalam langkah yang disebut Putin sebagai "operasi militer khusus" terhadap apa yang dia anggap sebagai ancaman terhadap keamanan Rusia.

Ukraina dan negara-negara Barat sekutunya mengecam tindakan Rusia sebagai perampasan tanah dengan gaya imperialis. Mereka juga menjatuhkan sanksi untuk mencoba melemahkan kekuatan Rusia.

Perang antara Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung selama 11 bulan itu telah menewaskan puluhan ribu orang.

Tidak hanya itu perang tersebut juga telah membuat jutaan orang harus terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka kemudian mengungsi dan kota-kota menjadi reruntuhan.

Kemudian perang tersebut juga telah berpengaruh hingga mengguncang ekonomi global, serta menaikkan harga energi dan pangan.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Mafani Fidesya

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.