Pendidikan Inovatif Dibutuhkan Jelang Indonesia Emas 2045
Kamis, 12 Jan 2023, 01:58 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menegaskan pendidikan inovatif dibutuhkan jelang Indonesia Emas pada tahun 2045. Menurutnya, pendidikan salah satu yang terpenting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Dari sisi SDM, bagaimana, secepat apa indonesia melakukan inovasi dalam institusi-institusi pendidikannya," ujar Nadiem dalam bincang pendidikan, di Jakarta, Rabu (11/1).
Dia menyebut, Indonesia saat ini masih memiliki sistem pendidikan yang dasarnya masih cukup rendah. Menurutnya, hal tersebut merupakan kelebihan sebab risiko untuk mencoba hal-hal baru juga rendah. "Kalau sudah sistem pendidikan hebat bakal lebih kaku dan konservatif dan mendapat perdebatan dari masyarakat. kita punya kesempatan lebih besar kalau berani reimajinasi sekolah-sekolah dan universitas kita sebagai institusi yang inovatif," jelasnya.
Nadiem mengungkapkan, ada anggapan keliru di masyarakat terkait pendidikan saat ini. Banyak orang tua ingin anak kreatif dan inovatif, tapi berharap anaknya tidak mengalami kegagalan dalam proses belajar.
Dia menyebut, hal tersebut ironis dan dapat mencelakakan sistem pendidikan Indonesia. Menurutnya, cara agar anak kreatif dan inovatif adalah dengan memberikan sekolah hak untuk melakukan berbagai macam eksperimen dan hak untuk gagal.
"Tidak ada inovasi tanpa diberikan hak untuk gagal. Setiap sekolah dan universitas harus mencoba berbagai macam hal dan mereka akan gagal dan itu positif dan itu bagus, mereka akan belajar dari kegagalan," jelasnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.