Inggris-Jepang Tandatangani Kesepakatan Pertahanan Baru

Kamis, 12 Jan 2023, 11:06 WIB

LONDON - Perdana Menteri Inggris dan Jepang menandatangani kesepakatan pertahanan baru yang "sangat signifikan" yang memungkinkan pasukan Inggris ditempatkan di Jepang saat keduanya bertemu di London pada Rabu (11/1).

PM Rishi Sunak dan PM Fumio Kishida menandatangani perjanjian di Menara London. Pemimpin Inggris mengatakan kepada tamunya, "hubungan antara kedua negara kita lebih kuat dari sebelumnya, tidak hanya perdagangan dan keamanan tetapi juga nilai-nilai kita".

Ket. Foto: PM Rishi Sunak dan PM Fumio Kishida berjabat tangan usai menandatangani perjanjian di London, Rabu (11/1). — Sumber: AFP

Perjanjian itu menjadi tanda terbaru bagi meningkatnya minat Inggris di kawasan Asia-Pasifik, dan upaya Tokyo untuk memperkuat aliansinya menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Tiongkok.

Kesepakatan itu menciptakan dasar hukum untuk penempatan pasukan Inggris dan Jepang di wilayah masing-masing untuk pelatihan dan operasi lainnya.

Downing Street menyebutnya sebagai "perjanjian pertahanan paling signifikan antara kedua negara dalam lebih dari satu abad".

"Perjanjian Akses Timbal Balik ini sangat penting bagi kedua negara kita - ini memperkuat komitmen kita terhadap Indo-Pasifik dan menggarisbawahi upaya bersama kita untuk meningkatkan keamanan ekonomi," katanya.

Negosiasi kesepakatan dimulai pada 2021.

Jepang menandatangani perjanjian serupa dengan Australia Januari lalu, dan Tokyo baru-baru ini merombak kebijakan pertahanan dan keamanannya untuk mengatasi tekanan yang meningkat dari Tiongkok.

Euan Graham, seorang rekan senior di Institut Internasional untuk Studi Strategis, menggambarkan kesepakatan itu sebagai "langkah yang cukup signifikan bagi kedua negara dalam hal hubungan pertahanan bilateral mereka".

Kapal dan pesawat Inggris dapat mengunjungi Jepang dan sebaliknya, tetapi prosesnya "rumit secara diplomatis" dan membutuhkan izin kementerian luar negeri setiap saat.

Perjanjian baru akan menciptakan "standing framework" sebagai gantinya.

Itu akan membuat lebih mudah untuk "membawa sebuah kapal perusak untuk mengunjungi Yokosuka, atau untuk membawa kelompok tentara, atau untuk membawa beberapa Marinir Kerajaan yang ingin berlatih dengan pasukan amfibi Jepang," kata Graham kepada AFP.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.