- Home
-
- Luar Negeri
-
- Duh! Anggota DPR AS Ini Me...
Duh! Anggota DPR AS Ini Mengaku Palsukan CV, Didesak Mundur Rekan Satu Partai
Kamis, 12 Jan 2023, 10:30 WIBNEW YORK - Para politikus Partai Republik di New York pada hari Rabu (11/1) menyerukan kepada anggota DPR AS George Santos yang baru terpilih untuk mengundurkan diri, menyusul pengungkapan fakta bahwa ia memalsukan banyak informasi dalam resume dan kisah hidupnya selama masa kampanye.
Dilansir VOA, Kamis (12/1), seruan itu disampaikan dalam sebuah konferensi pers dua hari setelah sebuah lembaga pengawas nonpartisan menuduh Santos melanggar undang-undang keuangan kampanye dalam laporan yang diajukan kepada Komite Pemilu Federal.
Partai Republik Nassau County, dari pinggiran Kota New York, yang termasuk mayoritas distrik yang diwakili Santos, mengatakan dalam sebuah pernyataan sebelum acara itu bahwa puluhan pejabat Partai Republik di distrik itu akan membuat "pengumuman besar terkait Anggota DPR AS yang tercela itu."
"Saya, bersama rekan-rekan saya, menyatakan bahwa George Santos tidak memiliki kemampuan untuk bertugas di DPR dan harus mengundurkan diri," kata, Anthony D'Esposito, anggota DPR AS asal New York dari Partai Republik.
Santos sendiri sudah mengaku memalsukan banyak data dalamcurriculum vitae-nya.
Partai Republik memegang mayoritas tipis di DPR AS dengan perbandingan kursi 222-212 terhadap Partai Demokrat. Santos memenangkan pemilu paruh waktu November lalu, mengalahkan kandidat Demokrat Robert Zimmerman dengan selisih 7,5 persen.
Namun kemenangannya segera tertutupi bayang-bayang laporan media yang mengindikasikan bahwa citra yang ia tampilkan di hadapan para pemilih sebagian besarnya fiktif belaka.
Di antara klaim tersebut, Santos mengaku dirinya lulus dari Universitas New York dan Baruch College, padahal kedua institusi pendidikan itu tidak memiliki rekam jejaknya. Ia juga mengklaim sempat bekerja di Goldman Sachs dan Citigroup, yang merupakan kebohongan.
Ia juga berbohong dengan mengatakan bahwa ia seorang Yahudi dan bahwa kakek-neneknya melarikan diri dari Nazi pada Perang Dunia II.
Dua anggota DPR dari Partai Demokrat pada Selasa (10/1) telah menyerahkan masalah itu kepada Komite Etika DPR. Jaksa distrik setempat juga mengatakan pihaknya tengah menyelidiki Santos.
Petinggi Partai Republik di DPR, Steve Scalise, juga mengatakan pada Selasa (10/1) bahwa partainya tengah memeriksa permasalahan itu.
"Ini adalah sesuatu yang sedang ditangani secara internal," kata Scalise kepada wartawan hari Selasa. "Jelas ada kekhawatiran akan apa yang sudah kita dengar, jadi kami akan duduk bersama dan berbicara kepadanya mengenai masalah ini."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Lebaran di Sel, Dua Pemuda Edarkan Ganja di Jakpus
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
-
Warga Jerman Mulai Ragukan Posisi AS Terkait Perdamaian Dunia
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar Diguyur Hujan Disertai Petir
-
PSG Bantai Nice 4-0, Puncak Klasemen Liga Prancis Kembali Direbut "Les Parisiens"
-
Google Siapkan Fitur Avatar 3D di Gemini Android, Wajah Digital Siap Gantikan Kamera Asli
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.