Peringati 20 Tahun Gempa di Yogyakarta, Kemenko PMK-ISI Tanam Pohon

Jumat, 08 Mei 2026, 19:35 WIB

YOGYAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan penanaman pohon dalam rangkaian peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta di Kampus ISI Yogyakarta, Jumat (8/5).

Penanaman bibit pohon srikaya dan almon tersebut dilakukan secara simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap Kampus ISI Yogyakarta yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak saat Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006.

Ket. Foto: Penanaman pohon sebagai peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta. — Sumber: antara foto

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo mengatakan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjaga memori kolektif civitas akademika dan masyarakat terhadap risiko bencana di wilayah Yogyakarta.

"Penanaman pohon secara simbolis merupakan bentuk penghormatan terhadap Kampus ISI yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak saat Gempa Jogja 2006. Diharapkan penanaman ini dapat menjaga memori kolektif civitas akademika dan masyarakat terhadap risiko bencana yang ada," katanya.

Menurut dia, bibit pohon srikaya dan almon yang ditanam merupakan hasil budidaya civitas akademika ISI Yogyakarta dan memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis bagi masyarakat.

"Bibit pohon srikaya dan almon ini merupakan hasil budidaya civitas akademika ISI Yogyakarta dan memiliki nilai ekologi serta ekonomi yang tinggi. Harapannya dapat terus dikembangkan di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar," katanya.

Ia mengatakan, penanaman pohon juga menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana karena berfungsi memperkuat lapisan tanah, menjaga sumber daya air, dan memperkuat ketahanan ekosistem.

"Pohon merupakan simbol ketangguhan ekosistem alam di suatu kawasan sekaligus simbol ketangguhan bencana," katanya.

Andre mengatakan pesan utama dalam peringatan 20 tahun Gempa Jogja adalah membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pengurangan risiko bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.

"Pengurangan risiko bencana merupakan kunci untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana," katanya.

Kegiatan tersebut turut didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management (IDM) serta "Emergency Disaster Risk Reduction" (EDRR).

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Kearifan Lokal Jadi Mesin Cuan, Produk Solok dari Rendang hingga Tikar Pandan Mulai Kuasai Pasar Nasional

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole

Pantau dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Tangani Karhutla Kalsel.

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Sapa Warga Pondok Cabe Ilir, PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan dan Promo Tambah Daya.

BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Solusi Penanganan Karhutla

BPJS Kesehatan Jakut Maksimalkan Layanan Keliling

KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

BPJS Kesehatan Ungkap Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya Tambahan

KJRI New York Gandeng Pola Raya, Siap Dorong Arsitek & Proyek RI Tembus Pasar Global

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.