Pembajakan Global Turun ke Titik Terendah dalam 14 Tahun

Selasa, 10 Jan 2023, 00:00 WIB

PARIS - Pusat Kerja Sama dan Kesadaran Informasi Maritim (The Maritime Information Cooperation and Awareness Center/MICA), pada Senin (9/1), melaporkan tindakan pembajakan di seluruh dunia turun ke level terendah tahun lalu sejak statistik pertama kali ditetapkan pada 2008.

Dikutip dari Barron's, cabang dari Biro Maritim Internasional (International Maritime Bureau/IMB) yang berkantor pusat di Malaysia itu mengatakan terdapat 300 tindakan pembajakan dan perampokan yang dilaporkan tahun lalu.

Ket. Foto: Ilustrasi pembajak kapal Somalia dalam film Captain Phillips. — Sumber: ISTIMEWA

IMB telah melaporkan dalam laporan triwulanan di Oktober bahwa tindakan tersebut berada pada level terendah sejak 1992. "Di Teluk Guinea, lepas pantai barat Afrika dan dianggap sebagai titik rawan pembajakan, hanya tiga kapal yang diserang pada 2022 dibandingkan dengan 26 pada 2019," kata MICA.

Di wilayah yang sama, jumlah penculikan turun menjadi dua tahun lalu, dari 146 pada 2019. "Tidak pernah serendah ini," kata kepala MICA, Eric Jaslin, kepada AFP. "Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok dalam hal pembajakan. Kami menyarankan untuk terus berhati-hati," ujar Jaslin memperingatkan.

Menurut peneliti Universitas Kopenhagen, Katja Lindskov Jacobsen, yang dikutip dalam laporan tersebut, banyak mantan perompak beralih ke kegiatan lain, seperti penyulingan minyak ilegal atau mengangkut minyak mentah curian.

"Perampokan di perairan teritorial, berbeda dari perompakan yang didefinisikan terjadi di laut lepas, berlanjut pada tingkat tinggi, dan bahkan meningkat di Selat Malaka dan Singapura," kata laporan itu.

"Perdagangan narkoba dan senjata, penyelundupan dan konflik bersenjata di laut juga masih menjadi ancaman bagi pelayaran," kata Jaslin.

Menganalisis Situasi

Pusat MICA didirikan pada 2016 untuk mengidentifikasi dan menganalisis situasi dan insiden yang mempengaruhi navigasi maritim di seluruh dunia, dan untuk memperingatkan awak kapal dan pemilik kapal akan bahaya yang akan datang.

Terkait ini, pembajakan ini terakhir dialami oleh 17 ABK warga negara Indonesia bersama dengan 2 ABK asal Korea Selatan berhasil diselamatkan dari pembajakan Kapal Tanker B-Ocean di perairan wilayah Selatan Pantai Gading.

Menurut keterangan tertulis KBRI Dakar, pada 25 November 2022, diterima laporan dari Atase Pertahanan KBRI Abuja yang wilayah kerjanya juga meliputi Senegal, bahwa Kapal Tanker B-Ocean, berbendera Kepulauan Marshall yang di dalamnya terdapat 17 ABK Indonesia dan 2 ABK Korea Selatan hilang kontak di bagian selatan perairan Pantai Gading.

Pada 3 Desember 2022, pukul 12.30, PF Protkons KBRI Dakar, Konhor RI Abidjan dan Kedubes Korea Selatan di Abidjan akhirnya diberikan akses untuk naik kapal dan menemui para ABK.

Dalam pertemuan antara KBRI Dakar dengan Kapten kapal yang asal Korea Selatan dan Chief Officer yang asal Indonesia serta beberapa ABK Indonesia, diperoleh informasi seluruh barang berharga pribadi seperti HP, laptop dan jam tangan juga dirampas oleh para pembajak.

Walaupun secara fisik para ABK dalam keadaan sehat, namun secara psikis mereka mengalami trauma dan ingin segera pulang. Untuk meringankan beban psikis tersebut KBRI Dakar telah memfasilitasi komunikasi telpon antara para ABK Indonesia dengan keluarganya di Indonesia. Selain itu, KBRI Dakar juga telah memberikan bantuan logistik kepada ke 17 ABK Indonesia.

Secara terpisah KBRI Dakar juga menanyakan kepada Inspektur Teknik Maritim, Kementerian Perhubungan Pantai Gading mengenai langkah tindak lanjut yang akan dilakukan, utamanya untuk dapat segera memulangkan para ABK ke tanah air. Diperoleh informasi saat ini masih sedang dilakukan tahap investigasi yang menimpa Kapal B-Ocean dan selama masa investigasi berlangsung akan dilakukan wawancara dengan seluruh ABK.

Pihak otoritas setempat tidak memberikan keterangan mengenai jangka waktu investigasi. Sebagai catatan diketahui para pembajak berjumlah tujuh orang (4 orang kulit putih dan 3 orang kulit hitam) yang terlihal terlatih secara militer dan bahwa Kapal B-Ocean juga pernah dibajak di perairan Guinea pada Januari 2022.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.