• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bantu Angkat Tumor yang Su...

Bantu Angkat Tumor yang Sulit Dijangkau

Selasa, 10 Jan 2023, 06:11 WIB

Bedah robotik yang tengah dikembangkan saat ini menjadi salah satu cara untuk mengangkat tumor kanker yang sulit dijangkau. Cara ini dinilai dapat mempersingkat waktu pembedahan, atau mengurangi efek samping bagi pasien dibandingkan pembedahan tradisional.

Peralatan bedah robotik pertama kali muncul pada akhir era '90-an dan menjadi semakin umum di ruang operasi. Konsep bedah robotik tidak berarti robot yang melakukan operasi. Sebaliknya, istilah ini merujuk pada saat ahli bedah mengarahkan operasi menggunakan alat robot.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Laman The University of Texas, MDN Anderson Cancer Center menyatakan, sistem bedah robotik menggunakan satu atau lebih lengan robotik yang dikendalikan ahli bedah dari jarak jauh dan tepat menggunakan konsol terdekat dimana ada satu lengan robot memiliki laparoskop.

"Laparokop adalah jenis prosedur bedah yang memungkinkan ahli bedah untuk mengakses bagian dalam perut dan panggul tanpa harus membuat sayatan yang besar di kulit. Prosedur ini juga dikenal sebagai operasi lubang kunci atau operasi invasif minimal," ujar John Davis, ahli bedah urologi dari The University of Texas, MDN Anderson Cancer Center.

Lengan lainnya memegang instrumen bedah kecil yang dapat masuk ke dalam sayatan yang panjangnya kurang dari satu inci. Dokter bedah duduk di depan layar yang menyediakan tampilan tumor dalam format 3 dimensi. Joystick yang mirip dengan video game mengontrol setiap lengan robot dengan tepat, yang meniru gerakan pergelangan tangan dan tangan, memberikan ketangkasan.

Seperti banyak teknik bedah lainnya, bedah robot dapat menawarkan beberapa manfaat bagi pasien dan ahli bedah, tetapi mungkin tidak selalu menjadi metode terbaik. Inilah yang harus diketahui pasien tentang opsi perawatan ini.

Ada beberapa manfaat bedah robotik. Perangkat robot yang digunakan dalam pembedahan dikenal memiliki ketangkasan dan rentang gerak yang lebih besar daripada manusia yang menggunakan pembedahan laparoskopi tradisional atau pembedahan minimal invasif.

Hal ini memungkinkan ahli bedah untuk mengoperasi bagian tubuh yang sulit dijangkau, dan melihat lebih dekat tempat yang sulit dilihat.

"Di MD Anderson, dokter kami menggunakan operasi robotik untuk mengangkat prostat, bagian dari ginjal, serta mengangkat tumor di usus besar, paru-paru, dan rahim," kata Davis.

Perangkat robot sering digunakan dalam operasi invasif minimal. Seperti namanya, operasi ini mengandalkan sayatan kecil. Teknik ini biasanya dikaitkan dengan lebih sedikit rasa sakit, lebih sedikit kehilangan darah, rawat inap yang lebih singkat, dan waktu pemulihan yang lebih singkat.

Bedah robotik dapat mengganti operasi harus dilakukan dengan menggunakan metode tradisional yang biasa disebut dengan operasi terbuka (open surgery). Banyak faktor yang berperan dalam teknik apa yang digunakan selama operasi.

"Itu semua tergantung pada detail kasusnya," kata Davis seraya menambahkan bahwa keberhasilan operasi robotik bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis kanker, di bagian tubuh mana operasi akan dilakukan, operasi sebelumnya yang dilakukan pasien, serta pilihan dan pengalaman dokter bedah. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.