- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Perlu Dukungan N...
Indonesia Perlu Dukungan Negara Anggota G20 untuk Damaikan Ukraina-Rusia
Rabu, 16 Nov 2022, 09:30 WIBIndonesia memiliki peran penting dalamperumusan rencana perdamaian antara Ukraina dan Rusia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, kata pengamat hubungan internasional Universitas Brawijaya Erza Killian Ph.D.
Ia mengatakan, pertemuan KTT G20 merupakan pertemuan kali pertama sejumlah kepala negarayang memiliki posisi berbeda-beda terkait perang antara Rusia dan Ukraina.
"Iya (Indonesia memainkan peran penting). Jadi, Indonesia sebagai tuan rumah, jika ada usulan tentang rencana perdamaian, kita membawa usulan tersebut untuk melihat kemungkinan bisa diterima atau tidak," kata Erzadi Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Erza menjelaskankemungkinan adanya kesepakatan negara-negara anggota G20 untuk merumuskan rencana perdamaian antara Ukraina dan Rusia tersebut sangat terbuka, namun dengan sejumlah catatan,antara lain pemilihan bahasa terkait konflik Ukraina-Rusia tersebut menjadi hal yang penting. Hal itu karenatidak mungkin secara langsung disebutkan perang antara Ukraina dengan Rusia.
"Meskipun mungkin tidak akan secara spesifik langsung Ukraina dan Rusia karena memang Rusia juga akan masuk dan menandatangani komunike. Bisa jadibahasanya itu tentang konflik, pencegahan konflik," ujarnya.
Menurutnya dua negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki posisi yang berbeda terkait konflik antara Ukraina dan Rusia. Namun, diharapkan ada rencana perdamaian yang bisa disepakati bersama dalam KTT G20.
Erza, menjelaskan Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari sejumlah negara besar yang merupakan anggota G20 tersebut. Indonesiasebagai tuan rumahbisa memainkan peran penting yang pada akhirnya mengusung rencana perdamaian dalam konferensi tersebut.
"Rumusan yang bisa disetujui bersamaitu yang akan menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan konflik. Misalnya, Ukraina sudah ada rencana perdamaiandan itu bisa dipergunakan untuk lobi dan mendapatkan dukungan dari negara besar. Indonesia bisa memainkan peran itu," katanya.
Erza menambahkanPresiden Joko Widodo juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika SerikatJoe Bidendan meyakini salah satu poin penting dalam pembicaraan kedua kepala negara tersebut terkait konflik Rusia dan Ukraina.
"Pertemuan (Indonesia) dengan Amerika, isu yang dibahas biasanya berkaitan dengan isu ekonomi, investasi, termasuk juga kemudian berkaitan dengan Rusia-Ukraina. Pertemuan itu jadi pertemuan awal sebelum masuk ke pertemuan multilateral G20," ujarnya.
Ada tiga isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia pada 2022, yakni arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital dan ekonomi.
Pada presidensi kali ini, Indonesia mengangkat tema "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Para kepala delegasi G20 akan membahas ketiga isu tersebut pada 15-16 November 2022 dalam KTT yang dihelat di Baliitu.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Mafani Fidesya
Berita Terkait:
-
Ikan Nila Jadi Primadona di Kabupaten Gunung Mas, Penjualan Benih Tembus 1.830 Ekor di Awal 2026
-
Gunung Dukono Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik hingga 1.200 Meter
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Monsta X Siap Guncang Jakarta lewat Tur Dunia 2026
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
Universitas Hasanuddin Terima 3.489 Calon Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.