Prof Dwi Andreas Santosa: Banyak Hasil Riset Varietas Padi Unggul Cuma Disimpan di Lemari Kaca
Selasa, 13 Sep 2022, 21:19 WIBJakarta - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dwi Andreas Santosa mengatakan sangat baik jika varietas unggul bernutrisi kaya vitamin A bisa lolos uji. Namun kuncinya tetap pada tahapan berikutnya yakni penerimaan pasar.
"Apakah bisa diterima oleh pasar atau tidak pada yang disebut varietas unggul bernutrisi kaya vitamin A itu. Kalau tidak diterima pasar, maka nasibnya sama dengan yang seblum-sebelumnya, cuma disimpan di lemari kaca," kata Dwi Andreas kepada Koran Jakarta, Selasa (13/9).
Pendapat tersebut disampaikan Dwi Andreas menanggapi kerja sama Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan International Rice Reseach Institute (IRRI) yang tengah mematangkan penelitian varietas padi unggul bernutrisi yang kaya vitamin A untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi tersebut melalui beras.
Menurut Prof Dwi Andreas, sebelum membelinya petani tentu punya hitung-hitungan ekonomis nya tersendiri. "Apa gunanya dibeli kalau ga bisa nanam, atau ditanam tapi ga bisa jual?,"ucap Dwi.
Karenanya lanjut Dwi semua varietas unggul yang siap dipasarkan itu harus menghitung benar apakah ekonomis atau tidak bagi produsen pangan atau petani. Sebab, kalau tidak bisa saja tidak akan laku.
Dwi menerangkan, setiap varietas itu nanti akan bersaing dengan banyak varietas di pasar. Apalagi yang memproduksi varietas unggul ini bukan hanya Kementan tetapi banyak lagi lembaga lainnya, termasuk IPB sendiri.
Sebab, jangan sampai seperti kasus kasus sebelumnya ada banyak varietas baru yang dihasilkan tetapi hanya ditaruh di lemari kaca saja, atau tidak bisa dipasarkan karena tidak bisa bersaing.
"Di Kementan kan banyak juga varietas begitu yang tidak jadi dipasarkan,"papar dia.
Apalagi varietas unggul ini katanya kaya Vitamin A yang banyak juga terdapat pada buah buahan seperti mangga, pepaya, jeruk. "Tentu petani akan berpikir juga sampai ke sana,"ucapnya (ers)
Redaktur: Kris Kaban
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Banjir Luapan Sungai Rendam Puluhan Rumah di Cepu Blora.
-
Ke Mana pun Berlari, Kalau Menyerang Polisi Pasti Tertangkap. Itulah yang Terjadi pada Tiga Penyerang Polisi Katingan
-
IHCBS 2026 Bidik Produktivitas SDM Berbasis AI
-
Komisi III DPRD Jabar Desak PT Jasa Sarana Tutup Usaha Merugi, Selamatkan Aset Daerah.
-
Alhamdulillah, Bandara Soeta Sukses Layani Keberangkatan 35.017 Jemaah Haji
-
52 Rumah Warga di Banyuwangi Terdampak Puting Beliung
-
Kemarau Picu Penyusutan Sumber Air di Desa Sugihmanik Grobogan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.