DPR Akan Evaluasi Penyelenggaraan Haji
Senin, 11 Jul 2022, 00:05 WIBJAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani memastikan pihaknya akan mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1443H/2022 M yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag) karena Komisi VIII DPR telah memiliki catatan terkait hal tersebut.
"Ada sejumlah catatan dari Komisi VIII DPR terkait pelaksanaan ibadah haji 1443H yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi DPR bersama dengan pihak Pemerintah," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (10/7).
Dia menjelaskan evaluasi tersebut terkait masih adanya keluhan dari jemaah haji Indonesia, seperti soal makanan, pemondokan, termasuk kuota haji.
Menurut dia, beberapa catatan tersebut akan disampaikan Komisi VIII DPR karena hal itu menjadi evaluasi DPR untuk penyelenggaraan ibadah haji berikutnya.
"DPR RI telah melaksanakan fungsi pengawasan pelaksanaan ibadah haji melalui Komisi VIII DPR yang telah menerjunkan tim ke Makkah dan Madinah," tambahnya.
Puan juga mengucapkan selamat kepada jemaah haji Indonesia yang sudah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Dia berharap jemaah haji dapat pulang ke Indonesia dengan selamat dan dalam keadaan sehat.
Menurut dia, ibadah haji tahun 2022 menjadi yang pertama diikuti jemaah asal Indonesia karena sudah dua tahun tidak bisa berangkat ke Tanah Suci akibat pandemi Covid-19. "Saya bersyukur jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Insha Allah menjadi haji yang mabrur," ujarnya.
Pelayanan Kesehatan
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi tim kesehatan yang memberikan layanan dan pertolongan secara cepat kepada jemaah haji yang sakit di Mina dalam prosesi lempar jumrah.
"Kerja teman-teman tenaga kesehatan luar biasa, kerja sangat membantu jemaah haji," kata Menag di Mina, Minggu.
Menag sempat meninjau pos layanan kesehatan di Mina dan mendapat penjelasan dari Pusat Kesehatan Haji.
Menurut Menag, tenaga kesehatan adalah salah satu kunci sukses pelayanan jemaah haji. "Saya melihat sangat siap dan menurut saya sangat luar biasa karena banyak aturan yang justru menghambat pergerakan pelayanan kesehatan cepat tapi bisa diatasi teman-teman, misal ambulans tidak boleh masuk, kursi roda kosong tidak boleh masuk tapi diakali dengan diisi beberapa barang supaya bisa masuk," katanya.
Menurut Menag, Mina merupakan salah satu tantangan karena jumlah jemaah yang sakit dan meninggal juga tinggi akibat kelelahan yang memicu munculnya penyakit lain.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana sebelumnya mengatakan bahwa wukuf hingga lontar jumrah merupakan periode kritis dari pelaksanaan ibadah haji karena banyak jemaah yang tumbang karena sakit.
"Dari kemarin sampai hari ini saja ada enam haji kita yang meninggal disebabkan kelelahan dan dehidrasi yang menyebabkan penyakit jantung lebih berat," kata Budi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Naik Kelas! IKM Binaan Kemenperin Tembus Rantai Pasok Haji Tahun 2026
-
Wamendag Dyah Roro Esti Tinjau Stok dan Harga Pangan di Pasar Mayestik
-
Dituduh Narkoba, Sandara Park 2NE1 "Unfollow" Park Bom di Instagram
-
Porprov Kalteng Diikuti Ribuan Atlet
-
Sebatang Kara, Lansia Perempuan Ditemukan Meninggal dalam Rumah di Semolowaru Surabaya
-
Hasil Survei: Ekonomi Bali Alami Pelambatan akibat Konsumen Tahan Beli Barang Elektronik Jelang Nyepi dan Idul Fitri
-
40.796 Jamaah telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Kemenhaj Perkuat Layanan Kesehatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.