Koran-jakarta.com || Selasa, 28 Jun 2022, 18:04 WIB

Begini Cara Denmark dalam Memanusiakan Manusia, Melalui Sejarah yang Diabadikan dalam Museum

  • jerman
  • Museum
  • Denmark

Pada 25 Juni lalu Ratu Denmark Margrethe II telah meresmikan sebuah museum yang mengabadikan kisah para pengungsi. Museum yang bernama Flugt yang artinya pelarian dalam bahasa Denmark tersebut mengabadikan sejarah para pengungsi Jerman yang harus melarikan dirinya dari Uni Soviet ketika perang dunia II berlangsung. Selain itu museum ini pula mengisahkan para imigran Iran, Lebanon, Hongaria, Vietnam yang harus melarikan diri utuk melindungi diri di Skandivia.

Begini Cara Denmark dalam Memanusiakan Manusia, Melalui Sejarah yang Diabadikan dalam Museum

Ket.

Doc: Antara Begini Cara Denmark dalam Memanusiakan Manusia, Melalui Sejarah yang Diabadikan dalam Museum

Melansir dari Antara, yang mengutip Associated Press minggu mengungkapkan hal tersebut di ciptakan untuk mengubah angka statistik menjadi manusiawi.

"Museum bertujuan untuk mengubah angka statistik menjadi lebih manusiawi dan menyampaikan isu-isu universal, emosi dan hal lain saat menjadi salah satu orang yang dalam pelarian," kata curator museum Claus Kjeld Jensen, di kutip dari Antara.

Museum yang di rancang salah satu arsitek terkemuka Bjarke Ingels, tersebut terletak Oksboel yaitu tempat kamp para pengungsi di Barat Daya Kota Denmark. Ingels mengatakan museum tersebut lebih relate dengan peristiwa baru-baru ini, di mana para pengungsi Ukraina datang melarikan diri ke Denmark.

Di masa lalu Denmark telah menjadi tempat mengungsi banyak orang yang melarikan diri, bahkan 650.000 dari 5,8 Juta orang adalah seorang imigran. Sementara 208.000 lainnya tercatat sebagai keturunan dari imigran.

Museum yang dirancang dengan bangunan gaya modern tersebut dibiayai dari donasi privat dan pemerintahan Jerman. Nantinya Flugt dibuka untuk umum pada 29 Juni mendatang.

Tim Redaksi:
N
F

Like, Comment, or Share:

Tulisan Lainnya dari Nanda Rizatul Ulfa

Artikel Terkait