Virgo Transport 8 Dihantam Ombak, 128 Orang Masih Dicari
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 03:08 WIB | Oleh: Eko SBanjarmasin - Keterangan sejumlah korban selamat mengungkap Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dihantam ombak lebih dari tiga meter saat mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Namun, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan kondisi cuaca tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kecelakaan karena masih menunggu investigasi teknis.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan informasi mengenai kondisi gelombang diperoleh dari korban selamat yang telah dievakuasi, termasuk 69 korban yang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada malam sebelumnya.
“Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini,” kata Syafii, sebagaimana diberitakan Antara di Banjarmasin, Senin (14/9).
Menurut dia, apabila gelombang sampai masuk ke bagian dalam kapal, tinggi ombak saat kejadian diperkirakan lebih dari tiga meter. Keterangan korban tersebut menjadi informasi tambahan bagi Basarnas dalam menggambarkan situasi ketika kecelakaan terjadi.
“Kita sama-sama tahu kalau ombak itu bisa masuk, berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Basarnas juga menggunakan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian. Namun, Syafii menegaskan informasi mengenai gelombang tinggi tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan.
Penyebab pasti kecelakaan masih harus dibuktikan melalui investigasi yang menggabungkan berbagai data, termasuk kondisi kapal, cuaca, muatan, stabilitas, serta faktor teknis lainnya.
“Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data, hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi,” ujar Syafii.
Ia mengatakan Basarnas tidak berada dalam ranah untuk menggali lebih jauh penyebab kecelakaan karena hal tersebut menjadi kewenangan KNKT. Sementara itu, keterangan dari korban selamat akan dikaji dan dinilai bersama unsur yang tergabung dalam posko operasi.
“Kita akan kaji, kita akan assessment. Karena itu di posko ini kita dilengkapi mulai dari teman-teman dari Basarnas, dari Kepolisian, kemudian dari owner kapal, juga dari KSOP. Ini yang akan menerima setiap keluhan yang disampaikan,” ujar Syafii.
Hingga Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas mengonfirmasi 115 korban telah ditemukan, terdiri atas 109 korban selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan total penumpang sebanyak 243 orang, sebanyak 128 orang masih dalam pencarian.
Dari 115 korban yang ditemukan, sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Satu korban lainnya tiba di Lanud Syamsudin Noor, sedangkan 28 korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.
Jasa Raharja Bergerak
Di tengah proses pencarian, Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono meminta PT Jasa Raharja segera memproses santunan bagi seluruh korban, termasuk penumpang yang belum ditemukan tetapi tercatat dalam manifes. “Saya titipkan kepada asuransi Jasa Raharja cepat bergerak untuk segera memberikan santunan. Yang tidak ditemukan sudah masuk dalam manifes harus mendapatkan penggantian asuransi,” kata Bambang di Surabaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!