Tiga Kandidat Kepala Pengawas Pasar Modal OJK Bersaing. Menurut Pengamat Ini, Hoesen dan Inarno Paling Kuat

Selasa, 08 Mar 2022, 09:04 WIB

JAKARTA - Pengamat pasar modal sekaligus Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai dua kandidat yaitu Hoesen dan Inarno Djajadi sebagai calon kuat untuk mengisi posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru.

Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menetapkan 21 kandidat yang lolos seleksi tahap IV yaitu afirmasi atau wawancara dan disampaikan kepada Presiden RI. Untuk Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, ada tiga kandidat yaitu Hoesen yang saat ini merupakan petahana, Inarno Djajadi yang merupakan Direktur Utama BEI, dan Doddy Zulverdy yang menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

"Saya pikir Pak Hoesen dan Pak Inarno kandidat kuat. Pak Hoesen petahana yang memahami betul kondisi industri pasar modal, apa yang harus dikembangkan dan diperbaiki. Pak Inarno Direktur Utama BEI tentu paham betul masalah pasar modal karena direktur bursa," ujar Hans saat dihubungi di Jakarta, Selasa (8/3).

Hoesen menyandang gelar Master Manajemen Keuangan dari Universitas Pelita Harapan. Pria kelahiran Jakarta 21 Februari 1966 itu pernah memimpin PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia selama tiga tahun sebagai direktur utama sebelum ditunjuk sebagai Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia hingga 2015.

Semasa kariernya, Sarjana Pertanian Universitas Padjajaran 1990 itu pernah menuju Washington D.C., Amerika Serikat untuk acara The Development and Regulation of Securities Markets International Institute pada 2007 dan mampir ke Jepang untuk mengikuti Clearing and Settlement, Ministry of Finance Republik Indonesia, JICA Tokyo Stock Exchange pada 1997.

Hoesen juga terlibat dalam Global Custody and Portofolio Administration, State Street KDEI pada 1996 dan Managing Change di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia pada 2005. Sebelum menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK, Hoesen juga sempat memimpin PT Danareksa sebagai direktur selama dua tahun.

Sementara itu, Inarno Djajadi menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2018 lalu. Ia memulai karier di bidang pasar modal sejak tahun 1991.

Sebelumnya Inarno menjabat sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991), Direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas (1991-1997), Direktur PT Mitra Duta Sekuritas (1997-1999), Direktur PT Widari Sekuritas (1999-1999), dan Direktur Utama PT Madani Sekuritas (2000-2003).

Inarno juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama dan kemudian Komisaris serta Komisaris Utama PT KPEI (2003-2016), Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities (2013-2014), Komisaris Utama PT CIMB Niaga Securities (2014-2017), serta Komisaris BEI (2017-2018).

Ia memiliki pengalaman pula di berbagai organisasi sepanjang kariernya, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) (1992-1994), anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia (2017-2020), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020. Inarno memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1981.

Hans Kwee mengatakan, siapapun yang nanti menjabat sebagai Kepala Pengawas Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Ia harus bisa menambah basis investor ritel, edukasi investor ritel agar tidak terpengaruhinfluencer, dan menaikkan jumlah emiten dan menjadikan pasar modal sumber pendanaan emiten," ujar Hans.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

BNPB: 14 Orang Meninggal Akibat Gempa M7,7 di NTT

Selena Gomez Digugat Lima Investor atas Dugaan Penipuan terkait Bisnis Kesehatan Mental

Deadpool dan Wolverine Menggoda akan Muncul dalam Avengers: Doomsday

Usai Umumkan Cast X-Men, Kevin Feige Pamer Kostum Baru Doctor Doom di D23

Pascagempa NTT, Sejumlah Penerbangan dari Kupang ke Flores Dibatalkan

Harga LPG Bright Gas Turun dari Rp220.000 Menjadi Rp218.000/Tabung Mulai 15 Agustus

Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Pemkot Tangerang Berlakukan Tarif Rp81 Naik BRT pada 14–16 Agustus

Tepis Klaim Trump, Iran Tegaskan Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya Lewat Cuitan atau Pidato Kampanye

Gedung Sekolah Rakyat Jepara Selesai Dibangun, Para Siswa Siap Ikuti MPLS

Jelang HUT ke-81 RI, Mensesneg Sebut Persiapan Upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Sudah 99 Persen

Libur Panjang HUT Ke-81 RI, Wisatawan Padati Kawah Sikidang Dieng

Pascagempa NTT, PLN: 429 Gardu Listrik Sudah Pulih dan Kembali Beroperasi

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Kemkomdigi Pantau Pemulihan Layanan Seluler

Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai "Wilayah" AS

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Bencana Gempa M7,7 di NTT, Pastikan Penanganan Maksimal

TNI-Polri dan Pemprov DKI Gelar Aksi Bersih Sungai dan Bantaran di 11 Lokasi

Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Mulai Hari Ini

Semarak HUT ke-81 RI, SariWangi Hadirkan Pesta Rakyat dan Lomba Gapura di Berbagai Daerah

Gempa dengan Magnitudo 7,7 Picu 111 Gempa Susulan! Ini Imbauan Terbaru BMKG

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.