Putin dan Xi Jinping Hadiri KTT BRICS di India

Jumat, 11 Sep 2026, 10:30 WIB

NEW DELHI - Presiden Russia, Tiongkok, dan Iran menghadiri KTT BRICS di India yang agenda utamanya diperkirakan akan didominasi oleh perang di Timur Tengah dan Ukraina, serta tantangan ekonomi.

Presiden Russia Vladimir Putin tiba di ibu kota India pada hari Jumat (11/9) menjelang KTT BRICS yang beranggotakan 11 negara. 

Ket. Foto: Presiden Russia Vladimir Putin turun dari pesawat saat tiba di Delhi dalam kunjungannya ke India untuk menghadiri KTT BRICS. — Sumber: Guardian

Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Sementara Presiden Tiongkok Xi Jinping juga diperkirakan akan bertemu dengannya di sela-sela pertemuan dua hari tersebut, menurut sumber diplomatik India.

Putin tiba di Pangkalan Angkatan Udara Palam di New Delh. Ia disambut Menteri Negara Urusan Luar Negeri India, Kirti Vardhan Singh, menurut rekaman yang disiarkan oleh kantor berita Russia, Ria Novosti.

Bagi Xi Jinping, ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke India sejak 2019 dan menandai langkah terbesar hingga saat ini dalam pencairan hubungan kedua negara tetangga yang bersaing tersebut, enam tahun setelah bentrokan militer mematikan di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Hubungan antara raksasa Asia yang memiliki senjata nuklir tersebut kembali menghangat akhir-akhir ini, dengan penerbangan, visa, dan kontak tingkat tinggi secara bertahap dipulihkan.

Namun, ketidakpercayaan yang mendalam masih tetap ada. Perbatasan yang diperebutkan, defisit perdagangan yang semakin melebar, dan persaingan strategis masih memperumit hubungan.

Garis Patahan

Poster-poster Modi yang tersenyum lebar menghiasi jalan-jalan di seluruh New Delhi untuk menyambut para pemimpin, pasukan keamanan dikerahkan besar-besaran di seluruh ibu kota, dan pembatasan lalu lintas meluas di distrik-distrik pusat. Polisi Delhi telah meminta masyarakat untuk bersabar dan bekerja sama.

BRICS dibentuk pada tahun 2009 sebagai forum bagi negara-negara berkembang utama yang berupaya mendapatkan pengaruh lebih besar di lembaga-lembaga yang didominasi oleh kekuatan Barat.

Sejak itu, kelompok tersebut telah meluas dan sekarang mencakup Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab -- tiga negara dengan posisi yang sangat berbeda mengenai perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada bulan Februari.

"Konflik Teluk akan menjadi garis patahan utama kali ini selama KTT BRICS," kata Harsh V. Pant dari Observer Research Foundation India.

"Apa yang sampai tahun lalu dianggap sebagai sebuah pencapaian -- perluasan BRICS -- kini tampak seperti kendala besar bagi BRICS," kata Pant.

Ini akan menjadi kunjungan pertama Pezeshkian ke India sebagai presiden Iran, dan akan menempatkan konflik Timur Tengah sebagai agenda utama.

"Perang di Iran akan menjadi ujian berat bagi kohesi kelompok (yang diperluas) ini," kata Shilan Shah dari Capital Economics, seraya mencatat kegagalan para menteri luar negeri BRICS untuk menyepakati pernyataan bersama ketika mereka bertemu di New Delhi pada bulan Mei.

India menjaga hubungan baik dengan Iran dan Israel, tetapi juga berhati-hati untuk mencapai keseimbangan yang rumit dalam hubungannya dengan Washington.

India telah mengatasi krisis energi yang disebabkan oleh perang melawan Iran sebagian dengan beralih ke Russia, salah satu mitra strategis terpentingnya dan pemasok bahan bakar paling kontroversial dalam beberapa tahun terakhir seiring berlanjutnya perang Ukraina.

Putin terakhir kali mengunjungi India pada Desember 2025, tetapi ia juga bertemu Modi di Bishkek, ibu kota Kirgistan, bulan ini.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengunjungi Kyiv bulan ini, ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan "berterima kasih kepada India atas komitmennya untuk mengakhiri perang yang tidak adil ini".

  • KTT BRICS

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.