Menakutkan, Rusia Punya Sistem Serangan Balasan yang Bisa Menembakkan Ratusan Rudal Nuklir tanpa Perintah Manusia
Jumat, 31 Des 2021, 14:37 WIBRUSIA - Situs resmi Rusia, RBTH, baru-baru ini mengunggah artikel yang menakutkan yang bercerita mengenai sistem serangan nuklir balasan Rusia yang dapat secara otomatis menembakkan ratusan rudal nuklir tanpa perintah atau campur tangan manusia.
Pasukan militer Rusia kini memiliki 700 "pembawa" senjata nuklir: pesawat pengebom strategis, kapal selam nuklir, dan silo rudal balistik antarbenua. Namun, kata artikel tersebut, tak banyak yang tahu bahwa beberapa di antara "pembawa" senjata nuklir tersebut ada yang dapat beroperasi secara mandiri dan menyerang target musuh potensial, bahkan jika seluruh wilayah negara itu telah hancur akibat serangan nuklir.
Sistem ini disebut Dead Hand 'Tangan Mati'. Namun, bagaimana cara kerjanya? Apa itu 'Dead Hand'?
Berikut keterangan lengkapnya.
Sistem Perimeter, atau Dead Hand, sebagaimana julukannya di AS dan Eropa, adalah sistem kontrol otomatis untuk serangan nuklir balasan.
Sederhananya, jika wilayah Rusia hancur setelah serangan nuklir, sistem Perimeter secara otomatis akan menyerang wilayah musuh dengan rudal nuklirnya sendiri.
Mengapa ia diciptakan?
Setelah Perang Dingin, komando militer Soviet menyimpulkan bahwa negara ini hanya butuh satu rudal nuklir untuk menghancurkan sebuah pos komando yang mengoperasikan fasilitas nuklir.
Selain itu, peralatan perang radio elektronik akan berkembang dan berpotensi memblokir saluran kontrol standar kekuatan nuklir strategis.
Karena itu, militer membutuhkan rencana cadangan yang andal untuk menjamin serangan balasan dari semua silo rudal antarbenua dengan rudal nuklir.
Untuk memenuhi tugas tersebut, para insinyur Soviet memutuskan untuk membuat rudal balistik antarbenua (ICBM) yang kelak digunakan sebagai hub yang akan, setelah diluncurkan, memicu semua silo proyektil atom lainnya di wilayah Soviet dan mengirimkannya ke arah musuh.
Rudal baru tersebut akan ditempatkan dalam silo yang baru dibangun (yang dapat menahan serangan nuklir langsung) dengan koordinat penerbangan dan sinyal radio yang akan dikirim ke rudal selama penerbangannya. (YK/N-3)
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets
-
Tak Perlu ke Luar Negeri! RSCM Sediakan Wisata Medis Murah untuk Pasien
-
Sebagian Pemudik Pilih Pulang Kampung Seusai Lebaran, Ini Alasannya
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Jatim Pilih WFH Jatuh pada Hari Rabu
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
-
Rapat Kerja Bank Indonesia dengan Komisi XI DPR RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.