Mourinho Kembali ke Madrid: Solusi Besar atau Nostalgia Berbahaya?

Jumat, 12 Jun 2026, 08:25 WIB

MADRID, SPANYOL — Setelah dua musim tanpa trofi besar, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, akhirnya mengaktifkan pilihan paling berisiko: memanggil kembali Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu.

Kini, menurut pandangan banyak pihak, waktu dianggap tepat bagi Mourinho untuk kembali menangani raksasa Spanyol tersebut.

Ket. Foto: Jose Mourinho. — Sumber: AFP

Dibutuhkan salah satu musim paling kacau dalam sejarah modern klub untuk membuat Perez kembali berpaling kepada Mourinho. Sama seperti Real Madrid, pelatih asal Portugal itu juga sedang membutuhkan pembuktian setelah mengalami periode panjang tanpa gelar besar.

Di lapangan, Madrid gagal memenuhi ekspektasi baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Situasi tersebut memicu ketegangan di ruang ganti dan di antara para pendukung.

Keributan internal bahkan terjadi hingga Federico Valverde harus mendapat perawatan di rumah sakit. Di luar lapangan, suporter juga melancarkan protes terhadap Perez dan bintang utama klub, Kylian Mbappe.

Setelah proyek kontroversial European Super League akhirnya ditinggalkan, Madrid dalam beberapa bulan terakhir kembali memusatkan perhatian pada persaingan klasik mereka dengan Barcelona.

Tiga belas tahun setelah meninggalkan Madrid, Mourinho kembali dengan misi yang hampir sama seperti saat pertama kali ditunjuk pada 2010: menghentikan Barcelona, dengan cara apa pun.

Jika dulu Mourinho harus menghadapi era kejayaan Barcelona asuhan Pep Guardiola, kini tantangannya adalah tim penuh kreativitas milik Hansi Flick.

Madrid percaya Mourinho mampu mengubah skuad berbakat namun rapuh menjadi tim tangguh yang sulit dikalahkan dan haus kemenangan.

Namun, keputusan menunjuk Mourinho setelah beberapa musim menjauh dari elite Eropa — dengan pengalaman di Turki dan Portugal, jelas merupakan sebuah perjudian.

Meski begitu, pilihan tersebut sudah lama menggoda Perez.

Sang presiden berusia 79 tahun itu tidak pernah kehilangan rasa hormat kepada Mourinho sejak periode pertamanya di Madrid. Perez menilai masa kepemimpinan Mourinho menjadi fondasi penting bagi kesuksesan Madrid di Eropa setelahnya.

Mourinho memang gagal membawa Madrid meraih gelar Liga Champions ke-10 yang sangat mereka dambakan saat itu. Namun penerusnya, Carlo Ancelotti, berhasil mewujudkannya pada 2014.

Setelah itu, Madrid menambah lima trofi Liga Champions lagi dan kini menjadi pemegang rekor 15 gelar.

"Dia meningkatkan level kompetitif kami... dan dari sana kami memenangkan enam Liga Champions dalam 10 tahun," ujar Perez pada Mei lalu.

Pada 2013, Perez juga mengakui bahwa kepergian Mourinho terjadi melalui kesepakatan bersama, bukan karena pemecatan seperti yang sering ia lakukan terhadap pelatih lain. Proyek Mourinho kala itu dianggap belum benar-benar selesai.

Dalam beberapa tahun terakhir, Madrid bahkan mengadopsi sebagian mentalitas Mourinho: keras, penuh perlawanan, dan selalu siap berkonfrontasi.

Klub kerap menyerang keputusan wasit melalui saluran televisinya sendiri dan terlibat perselisihan dengan La Liga maupun UEFA.

Kini panggung sudah tersedia untuk kembalinya Mourinho. Perez berharap pelatih berusia 63 tahun itu juga mampu mengembalikan kendali ruang ganti.

Mourinho dikenal sebagai sosok yang mampu menangani pemain bintang dan ego besar, termasuk Cristiano Ronaldo, dengan otoritas serta kepribadian kuat.

Ia juga memiliki kemampuan menghadapi tekanan media dan melindungi pemainnya dari kritik, sesuatu yang sering ia lakukan selama periode pertamanya di Madrid.

Mourinho membawa Madrid mencatat musim liga terbaik dalam sejarah klub pada 2011/2012 dengan torehan 100 poin, sekaligus mengakhiri dominasi domestik Barcelona.

Gaya konservatif Mourinho juga dinilai bisa membantu memperbaiki pertahanan Madrid yang belakangan dianggap terlalu mudah ditembus.

Namun, semua itu hanya akan terjadi jika rencana berjalan sesuai harapan. Jika gagal, Madrid justru bisa menghadapi kehancuran yang lebih besar.

Kemampuan Mourinho membangun hubungan dengan generasi pemain muda saat ini masih menjadi tanda tanya. Metodenya mungkin sangat efektif satu atau dua dekade lalu, tetapi generasi modern dinilai tidak selalu cocok dengan pendekatan kerasnya.

Mourinho belum memenangkan gelar liga selama 11 tahun terakhir. Satu-satunya trofi besar dalam sembilan tahun terakhir adalah UEFA Conference League bersama AS Roma.

Catatan tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan apakah ia masih merupakan sosok yang tepat untuk memimpin klub sebesar Real Madrid.

Penunjukan Mourinho bisa dianggap sebagai keputusan Perez yang lebih mengandalkan nostalgia daripada strategi jangka panjang.

Sejak Mourinho pergi, Madrid justru berkembang bersama pelatih dengan pendekatan lebih lembut seperti Ancelotti dan Zinedine Zidane, bukan figur disiplin keras seperti Mourinho.

"Saya pikir dia adalah profesional hebat, tetapi saya tidak ingin dia kembali ke Real Madrid. Saya percaya ada pelatih lain yang lebih cocok untuk klub yang saya cintai," kata mantan kiper Madrid, Iker Casillas, pada Mei.

Pada periode pertamanya yang penuh tekanan, Mourinho pernah memilih Diego Lopez sebagai kiper utama menggantikan Casillas, keputusan yang memicu perdebatan besar.

Mourinho juga kembali menjadi sorotan pada Februari lalu ketika Benfica yang ia latih menghadapi Madrid di Liga Champions.

Saat itu, Vinicius Junior mengaku mendapat pelecehan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Namun Mourinho menyatakan Benfica tidak mungkin bersikap rasialis karena legenda terbesar mereka adalah Eusebio.

Pernyataan tersebut berpotensi membuatnya tidak langsung mendapat dukungan penuh di ruang ganti.

Mungkin Perez melihatnya berbeda: bahkan jika era kedua Mourinho berakhir dengan kegagalan, proses itu bisa membakar bagian-bagian lama yang dianggap bermasalah dan membuka jalan untuk perubahan besar.

Namun sebelum semuanya dimulai, satu hal pasti: kembalinya Mourinho ke Bernabeu akan menjadi pertunjukan besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎

PLN Gerak Cepat! 11 Gardu Induk Utama Listrik Flores Berhasil Dipulihkan

Bikin Haru! Polres Bogor Renovasi 21 Rumah Warga untuk Rayakan HUT RI

Mensesneg: Presiden Prabowo Pertimbangkan ke NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa

HUT RI Makin Meriah! Ma’ruf Amin hingga Dewi Soekarno Hadir di Upacara Kemerdekaan

Berikut Daftar Harga BBM di Hari Kemerdekaan RI Ke-81

Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! ITDC Buka 2.500 Lowongan Relawan MotoGP Indonesia 2026

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Wilayah Barat Indonesia pada Senin

Semarakkan HUT RI,  PT KAI Sumut Beri Diskon 17 Persen Tiket KA Sribilah

Detik-Detik Kereta Garuda Prabayaksa Bawa Bendera dan Teks Proklamasi ke Istana

Listrik Andal Dukung Kekhidmatan Malam Renungan Suci di TMP Kalibata.

Jelang Kirab HUT RI Ke-81, Warga Mulai Padati Kawasan Monas

Emas Makin Strategis! INDEF Soroti Perannya untuk Diversifikasi Cadangan

Amankan HUT RI di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 13.859 Personel

Gempa Bisa Datang Kapan Saja, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

Tak Main-Main! 13.859 Personel Dikerahkan Polda Metro Jaya Amankan HUT RI

Antisipasi Penjarahan Pascagempa, Polisi Tingkatkan Patroli di Sejumlah Lokasi Gempa Flores

Penantian Berbuah Manis! Warga Palembang yang Gagal Tahun Lalu Kini Dapat Tiket Upacara

Demi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Warga Antre Sejak Dini Hari

Tak Kenal Medan Sulit! Polri Berhasil Tembus Tiga Wilayah Terisolasi Pascagempa Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.