Mahasiswa Dilatih Kuasai Kompetensi Teknologi

Selasa, 07 Des 2021, 07:03 WIB

JAKARTA - Kemendikbudristek dan Google telah mengadakan kerja sama membangun "Program Bangkit." Para mahasiswa dapat ambil bagian dalam program tersebut. Demikian disampaikan Plt Dirjen Diktiristek, Kemendikbudristek, Nizam, dalam penjelasan Program Bangkit 2022, di Jakarta, Senin (6/12).

Menurut Nizam, mahasiswa bisa ambil bagian di dalam "Program Bangkit." Mereka dilatih menguasai kompetensi teknologi untuk pelatihan machine learning, mobile programming, atau cloud computing.

Ket. Foto: Head of Brand Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim — Sumber: Koran Jakrta/Muhamad Ma'rup

"Jadi, ada 3 jalur pelatihan. Ini penting untuk menyiapkan skill yang dibutuhkan di masa depan," ujarnya. Nizam menyebut sudah 3.000 lebih mahasiswa mengikuti Program Bangkit sejak tahun 2020.

Dia menyebut, mahasiswa tidak hanya belajar teori. Mereka dibimbing mentor dan mengerjakan proyek yang didesain industri. Menurutnya, hasil pelatihan sangat berpotensi menjadi inovasi untuk menyelesaikan problem di industri.

"Ada berbagai proyek inovasi yang dihasilkan mahasiswa, sehingga potensial sekali menjadi suatu aplikasi yang bisa dikembangkan," jelasnya.

Fasilitas
Nizam menyebut, mahasiswa akan dilatih sesuai dengan pilihan minat selama 900 jam. Peserta juga akan mendapat penggantian satuan kredit semester (SKS) sebanyak 20 SKS.

Saat ini sudah ada 500 proyek atau aplikasi yang dihasilkan mahasiswa. Dia menambahkan, dari jumlah tersebut, 15 proyek akan mengikuti Stanford Innovation Leadership Awards tahun depan. "Selain itu, ada pendanaan kolaborasi Google dan KedaiReka. Tiap mahasiswa mendapat 1.000 dollar AS untuk bisa membuat start up baru," tandasnya.

Sementara itu, Head of Brand Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim, mengatakan, pada tahun depan, Program Bangkit menerima peserta sebanyak 3.000. Dia berharap peserta yang terlibat berasal dari seluruh provinsi.

"Kami sudah meluluskan 2.500 peserta. Mereka menjadi talent pool yang berkaliber tinggi. Lulusan Program Bangkit siap bekerja di perusahaan kelas dunia," katanya.

Muriel memastikan, kurikulum pelatihan didesain sesuai dengan kebutuhan industri. Kelak peserta tersertifikasi Google dan bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di bidang teknologi.

"Nanti peserta masuk dalam komunitas alumni Porgram Bangkit untuk dibantu mendapat pekerjaan atau mencari pekerjaan di tempat lain. Kami memiliki carrier fair yang dihadiri 40 lebih perusahaan dalam dan luar negeri yang membutuhkan SDM bidang teknologi informasi," ucapnya.

Sebagai informasi, mahasiswa yang memenuhi syarat bisa mendaftar Program Bangkit di g.co/bangkit. Pendaftaran dibuka sampai 31 Desember 2021.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.