AS Tak Lagi Rekomendasikan Penggunaan Harian Aspirin

Kamis, 14 Okt 2021, 05:21 WIB

WASHINGTON DC - Sebuah panel pakar medis di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (12/10) mengatakan bahwa mereka tidak lagi merekomendasikan dosis harian aspirin untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang berusia 60 tahun ke atas.

"Orang berusia 40-59 tahun yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular tetapi bagi yang tidak memiliki riwayat penyakit ini, harus berkonsultasi dengan dokter dan membuat keputusan sendiri apakah perlu minum obat ini," ungkap Satuan Tugas Layanan Pencegahan AS.

Ket. Foto: Obat Aspirin l Seorang sukarelawan di Lebanon memperlihatkan sumbangan botol obat berisi Aspirin pada Juli lalu. Pada Selasa (12/10) sebuah panel pakar medis di AS tak lagi merekomendasikan penggunaan dosis harian aspirin (acetylsalicylic acid) untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang berusia 60 tahun ke atas. — Sumber: AFP/JOSEPH EID

Pernyataan itu merupakan pembalikan besar di bidang medis AS, di mana mengonsumsi aspirin setiap hari adalah praktik yang tersebar luas guna mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Sejak 2016, panel ini hanya merekomendasikan dosis harian aspirin untuk orang-orang berusia 50-an yang memiliki risiko 10 persen atau lebih besar mengalami serangan jantung atau stroke dalam 10 tahun ke depan. Panel juga mengatakan pada saat itu bahwa untuk orang-orang yang berisiko di usia 60-an, keputusan untuk mengkonsumsi aspirin harus dilakukan secara individual.

Tetapi selama beberapa tahun, penelitian telah mempertanyakan rekomendasi tersebut. Pada Selasa, para ahli mengatakan bahwa manfaat aspirin tidak cukup untuk mengimbangi peningkatan risiko pendarahan internal, terutama di otak atau usus pada warga lansia.

Penggunaan aspirin untuk mengurangi risiko penyakit jantung seringkali merupakan keputusan spontan bagi banyak warga AS.Menurut sebuah studi pada 2017, 23 persen orang dewasa berusia 40 tahun ke atas yang tidak memiliki penyakit kardiovaskular menggunakan aspirin sebagai tindakan pencegahan, tanpa mendapat rekomendasi dari dokter.SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.