Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anies Datangi KPK Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

📅 Selasa, 21 Sep 2021, 11:50 WIB | Oleh:
Anies Datangi KPK Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul Doc: istimewa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakrta Prasetyo Edi telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus yang menjeratnya. Mereka memberikan kesaksian dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Kedatangan Anies pada pukul 10.08 WIB di Gedung Merah Putih KPK. Agenda pemeriksaan ini, terlihat dirinya membawa buku dengan sampul berwarna cokelat. Anies mengatakan berusaha akan koperatif memberikan keterangan terkait kasus yang menariknya.

"Pada pagi hari ini saya memenuhi undangan untuk memberikan keterangan sebagai warga negara yang ingin ikut serta di dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik, maka saya datang memenuhi panggilan," ujar Anies kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Hal tersebut dimaksudkan agar bisa menuntaskan perkara yang sedang diusut oleh lembaga antirasuah dengan tuntas.

"Saya berharap nantinya keterangan yang saya berikan akan bisa membantu tugas KPK di dalam menuntaskan persoalan korupsi yang sedang diproses. Jadi, saya akan menyampaikan semua yang dibutuhkan, semoga itu bermanfaat bagi KPK," lanjutnya.

Sementara itu kedatangan Prasetyo lebih dulu pukul 09.43 WIB, dengan mengenakan kemeja putih dan membawa map merah.

Anies dan Prasetyo segera diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Yoory Corneles Pinontoan selaku mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Dalam kasus ini, Yoory disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun pengadaan tanah di Munjul diperuntukkan untuk program rumah DP 0 rupiah. Dari temuan awal KPK, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp152,5 miliar.

Para tersangka lain dalam kasus ini yakni Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar; Direktur PT Adonara Propertindo (AP), Tommy Adrian; Wakil Direktur PT AP, Anja Runtuwene; dan korporasi yakni PT AP.

PT AP merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Perumda Pembangunan Sarana Jaya dalam pengadaan tanah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Megapolitan
Gubernur DKI Usul Jakarta-J...
Nasional
Retno Marsudi: Miliaran Ora...
Ekonomi
OJK: Industri Perusahaan Pe...
Nasional
BMKG Peringatkan Gelombang ...

Mendag Dorong UMKM Gunakan Barcode

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mendag Dorong UMKM Gunakan ...
Nasional
OJK Minta Bank Blokir 38.79...
Advertisement
ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

06 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.